Andien Ajak Penggemar Selami Kesedihan Lewat Single Jendela Waktu

Andien Aisyah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Setelah beberapa waktu vakum, kini penyanyi Andien Aisyah kembali dengan peluncuran single terbarunya berjudul Jendela Waktu.

Project ini tak dikerjakan sendiri. Andien dibantu musisi kawakan tanah air Yovie Widianto sebagai komposer dan Andi Rianto selaku arranger.

Andien mengaku selama beberapa tahun rehat dari industri musik, ia terus menggali potensi bermusiknya hingga akhirnya menemui muaranya.

Lagu Jendela Waktu ini begitu spesial bagi ibu satu anak ini. Lewat lagu, Andien menyiratkan pesan kepada penikmat musik untuk menikmati kesedihan sama seperti kita menikmati kebahagiaan. Karena keduanya adalah hal yang lumrah dan harus dinikmati prosesnya.

“Aku sedang menggali diriku lebih dalam dan aku sampai ke konklusi, kenapa kalau aku punya lagu sedih atau patah hati, selalu aku bungkus dengan semangat? Kadang saat merasakan sakit hati dan perpisahan, apakah harus selalu ada solusinya? Apakah harus selalu berpikir positif?,” jelas Andien dalam video confrence, Sabtu (04/04/2020).

Andien dikenal selalu total dalam berkarya. Ia tak hanya ingin lagunya dinikmati pendengar tapi juga mengandung pesan positif untuk bisa diaplikasikan di kehidupan nyata.

Menurutnya, penting bagi seseorang untuk bisa mengenal diri masing-masing saat merasakan kesedihan. Perasaan sedih atau galau karena perpisahan sebaiknya disikapi secara wajar dan dijadikan momen peningkatan kualitas diri.

“Melalui lagu ini, aku ingin mengajak orang-orang untuk tidak membuang perasaan sedih atau cemas karena sebuah perpisahan. Biarlah momen tersebut menjadi kesempatan untuk kita menggali rasa dan mengenali diri sendiri secara lebih baik,” terangnya.

Jendela Waktu, aku Andien, adalah lagu paling rapuh yang pernah ia ciptakan. Tidak ada konklusinya. Ia hanya mengajak pendengar menyelami kesedihan sedalam mungkin.

“Ini adalah lagu sedihku yang paling rapuh. Karena nggak ada konklusi sama sekali di lagu ini. Aku mau ajak orang-orang untuk justru menyelami rasa sedihnya.” (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...