Fokus Gerakan Pencegahan Covid-19, Ketua MCCC: Penyemprotan Disinfektan Tidak Boleh Serampangan

Minggu, 5 April 2020 22:28

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan membentuk Satuan Tugas Muhammadiyah Covid-19 Command Center (Satgas MCCC). Satgas ini merupakan tindak lanjut dari amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk membentuk satuan tugas mulai dari tingkat wilayah hingga kabuapten/kota di seluruh Indonesia.

Ketua Tim Pengarah Satgas MCCC Sulsel, dr M Furqan Naiem menjelaskan, satgas ini akan memfokuskan kerjanya pada tindakan preventif atau pencegahan penyebaran virus Covid-19. Ia menegaskan bahwa satgas Muhammadiyah ini akan bekerja dengan konsep yang jelas, terukur, dan mencerahkan.

Furqaan mencontohkan tindakan penyemprotan disinfektan. Ia menyebut, penyemprotan disinfektan tidak boleh dilakukan serampangan karena itu adalah racun terhadap manusia.

“Penyemprotan disinfektan harus memikirkan dampak kesehatan dan lingkungan sehingga harus dipertimbangkan jenis, konsentrasi, frekuensi dan residu disinfektan serta sasaran yang menerima penyemprotan,” terang dr Furqan, Minggu, 5 April 2020 di Sekretariat MCCC Sulsel, Jalan Cemara Makassar.

Karena itu, lanjut dia, penyemprotan harus tepat pemberian dan tidak menjadi pemborosan, bahkan jangan menimbulkan masalah baru. Ia menjelaskan penyemprotan disinfektan di rumah tangga harus betul-betul dilakukan selektif.

Penyemprotan harus berdasarkan petunjuk atau kecurigaan kuat akan keberadaan virus dan juga keberadaan orang berisiko tinggi terhadap pajanan disinfektan, misalnya rumah ODP, PDP, ataupun pasien Covid-19.

“Para dermawan mendonasikan hartanya dengan harapan disalurkan dengan baik, tapi sayang sekali kalau kita hanya asal melakukan menyemprotan disinfektan yang sebenarnya racun tanpa menggunakan pertimbangan ilmiah dari pakar-pakar termasuk dari ahli sanitasi lingkungan. Mubazir jadinya,” kata dr Furqaan yang juga Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel.

Komentar