Nikah Siri, Hukum, dan Kelangsungan Hidup Wanita

Minggu, 5 April 2020 21:42

Kenapa kalangan perempuan? Sebab, kelangsungan Perkawinan Siri (Nikah Siri) ini akan lebih banyak berdampak bagi kehidupan perempuan. Dan inilah maslahnya, banyak perempuan yang tidak mengetahuinya. Karena sudah cinta dan tidak disetujui orang tua akhirnya mereka melangsungkan perkawinan secara siri. Dan alasan-alasan lainnya yang sering ditemui.

Sebagai contoh. Dalam kasus Syekh Puji yang tidak mengakui adanya perkawinan yang ia langsungkan bersama seorang perempuan berusia 7 tahun. Ini adalah salah satu contoh masalah dari nikah siri. Karena tidak adanya bukti nikah (akta nikah) perempuan tidak ada pemebelaan (kekuatan) hukum bahwa ia benar-benar telah menikah. Walapun ada saksi tapi itu tidak cukup jika tidak adanya bukti nikah (akta nikah). Sebab, akta nikah adalah bukti telah terjadi / berlangsungnya perkawinan.

Contoh lainnya, ketika terjadi Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan di kemudian hari salah satu pasangan atau sih istri ingin berpisah dan menikah lagi secara sah dengan orang lain, status Perkawinan Siri (Nikah Siri) juga bisa menjadi ganjalan. Tidak adanya legalitas berupa bukti nikah (akta nikah) sebagai bukti diakuinya pernikahan oleh negara, berdampak pada proses perceraian.  

Bagikan berita ini:
8
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar