Terduga Pelaku Pungli Dihukum Jadi Jukir

Plt Kepala Dishub Wajo Andi Alauddin mendengar keluhan pedagang, adanya Pungli di Pasar Mini Tokampu Kelurahan Siengkang beberapa waktu lalu. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Terduga pelaku pungutan liar (Pungli) retribusi parkir, Risyani Yushidin alias Arisani, dipertahankan. Kini dia bertugas sebagai juru parkir (Jukir).

Sebelumnya, Arisani ditunjuk sebagai Koordinator Parkir di Pasar Mini Tokampu, Kelurahan Siengkang Kecamatan Tempe pada 28 Mei 2019 lalu.

Namun kinerjanya disoal, lantaran hasil setoran ke Dinas Perhubungan (Dishub) Wajo berkurang. Hanya Rp400 ribu per bulan, padahal potensinya bisa hingga Rp2,4 juta.

Kasi Terminal dan Perparkiran Dishub Wajo, Muhammad Susandi, mengatakan, surat tugas Arisani sebagai Koordinator Parkir yang berlaku hingga 31 Maret, tidak diperpanjang.

“Tidak ada lagi SK koordinator yang terbit atas nama dia. Sekarang sebagai juru parkir, surat tugas sampai 30 April mendatang,” ujar Susandi, kemarin.

Dia menambahkan, dengan ditempatkan sebagai Jukir di Pasar Mini, Potensi retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir, diklaim tidak bakal merosot lagi.

“Tidak apa- kalau sebagai Jukir. Yang penting bukan koordinator,” klaimnya.

Plt Kepala Dishub Wajo, Andi Hasanuddin mengakui hal itu. Arisani tetap bertugas melakukan penarikan parkir di Pasar Mini. Namun tidak lagi sebagai Koordinator Parkir.

Sayangnya, mantan Camat Pammana ini memilih irit berbicara saat ditanya alasan warga Cappa Bulu Kelurahan Sitampae itu tetap dipertahankan.

“Dia (Arisani, red) tim pemenangan kemarin (Pilkada Wajo, red). Melambung dia ke gedung putih, melalui jalur keluarga,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar