Tirulah Parepare

ILUSTRASI

Oleh: Arsyad Hakim

Saya salut dengan kesigapan Pemkot Parepare. Semua pengendara yang masuk ke wilayahnya, baik dari Makassar, Sidrap, maupun Pinrang, diperiksa suhu tubuh dan disemprot kendaraannya.

Begitu juga di Pelabuhan Nusantara dan Cappa Ujung , semua penumpang diperiksa sebelum turun.

Bukan cuma itu, mereka juga diingatkan akan bahaya dampak corona virus disease 2019 (covid-19) sehingga diwajibkan pakai masker, dan menjaga jarak.

Ini tidak saya jumpai saat melintas di Maros, Pangkep, Barru, dan Sidrap. Di daerah itu, seolah berjalan seperti biasa. Tak ada antisipasi, apalagi ketaatan tentang physical distancing.

Maka wajar jika sampai saat ini di Parepare belum ditemukan pasien positif corona. Dan mudah-mudahan tak pernah ada.

Malah, dua pasien positif dan PDP yang ditangani di RS Andi Makkasau semuanya selamat. Sudah tinggalkan Rumah Sakit. Para tim medis bersuka cita. Sebuah pergulatan dalam misi penyelamatan yang sukses.

Di kota kecil ini, rakyatnya kompak. Begitu ada instruksi pemerintah, serentak lockdown. Pasar-pasar tradisonal seperti Lakessi, Sumpang, Labukkang, Senggol, dan Wekke'e, setop operasi. Belakangan sudah mulai berjalan lagi dengan pembatasan jam operasi.

Padahal, kota ini tak memiliki SDA yang andal. Mayoritas warganya hidup di sektor niaga dan kepelabuhanan. Toh, mereka rela meninggalkan semua padahal di situlah sumber kehidupan mereka.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...