Virus Corona Bisa Bertahan dalam Tubuh 49 Hari

Minggu, 5 April 2020 09:43

Petugas dari Damkar Kota Makassar melakukan penyemprotan setiap sudut ruangan di setiap lantai Hotel Grand Sayang Sabtu,...

Dokter Tan dan beberapa rekan lainnya mengatakan, subtipe L merupakan jenis virus yang lebih umum menyerang pasien ketimbang subtipe S. Ini dikarenakan hampir sebesar 70 persen pasien diketahui memiliki subtipe L.

Mereka juga telah memperingatkan masyarakat bahwa pasien kronis lain yang mungkin tidak diobati karena gejala ringan masih dapat menyebarkan virus. Akhirnya, dapat menyebabkan berjangkitnya jenis baru.

Adakah Bahaya dari Temuan Baru Ini?

Adanya temuan baru ini mungkin membuat Anda cemas – apakah virus corona bisa semakin berbahaya?

Dokter Astari Asrini mengatakan, virus corona memang berbahaya untuk tubuh. Tapi, jika ada mutasi lainnya yang mungkin tidak diketahui sebelumnya, maka ini belum bisa dipastikan apakah ada bahaya atau tidak dari mutasi ini.

Namun, menurutnya, apa pun yang berhubungan dengan virus corona memang sebaiknya selalu diwaspadai dan jangan dianggap remeh. Virus corona bisa menyebabkan kematian dan komplikasi penyakit yang berbahaya.

Meski begitu, dr. Astari tetap meminta masyarakat untuk tidak panik. Meski berbahaya bagi tubuh, virus corona masih bisa disembuhkan dengan perawatan yang intensif dari tenaga medis di rumah sakit.

Karenanya dr. Astari mengimbau agar masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit apabila mendapati gejala-gejala, seperti:

Batuk dan flu Batuk kering Sesak napas Demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celcius) Tubuh merasa lemas dan meriang

Bagikan:

Komentar