Dikepung Bencana, BPBD Tana Toraja Butuh Rp30 Miliar Biaya Tanggap Darurat

FAJAR.CO.ID, MAKALE — Bencana longsor di Tana Toraja diprediksi berpotensi lumpuhkan ekonomi warga.

Di tengah pencegahan virus covid 19, pemkab Tana Toraja dibuat kewalahan dengan keterbatasan anggaran untuk menangani bencana. Dua hari terahir BPBD mencatat setidaknya belasan titik longsor yang telah memutus arus jalan baik antar kecamatan maupun ke provinsi.

Belum lagi korban meninggal sudah empat orang dan 132 juwa sudah berada di pengungsian akibat adanya gejala tanah bergerak.

Alfian Andilolo Kepala BPBD Tana Toraja memperkirakan kebutuhan anggaran untuk penanggulangan bencana sekira 30 milyar rupiah.

“Dua hari saja ini sudah kewalahan kita, berul betul sudah kewalahan , kita sementara rancang perkiraan anggaran yang butuhkan untuk tanggap darurat, ini bisa melumpuhkan ekonomi, ” jelas Alfian , Senin 6 April.

Sementara pihaknya tengah mengurus ratusan warga lembang Buri di Rembon yang terkena dampak tanah bergerak di tempat pengungsian. (fkt)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...