Alhamdulillah! Bayi 4 Bulan Berhasil Sembuh dari Covid-19

Senin, 6 April 2020 10:53

ANTISIPASI: Bayi yang baru lahir memakai pelindung wajah sebagai pencegahan virus SARS-CoV-2. Foto pada Jumat (3/4) itu ...

Gugurnya tenaga medis, menurut Ketua Satgas Covid-19 PB IDI dr Zubairi Djoerban SpPD, merupakan risiko profesi. Bahkan bagi dokter yang tidak menangani pasien Covid-19. ”Sebagian bukan yang menangani langsung,” ucapnya. Bisa saja pasien datang untuk memeriksakan keluhan lain. Bisa juga keluarga pasien yang mengantarkan ternyata carrier atau pembawa virus. Pada second wave atau gelombang kedua diketahui, penderita Covid-19 tidak selalu bergejala. Bahkan, beberapa orang tertentu sehat meski di dalam tubuhnya terdapat SARS-CoV-2, virus Covid-19.

”Dulu orang sehat tidak perlu pakai masker, sekarang perlu. Dulu dokter hanya memakai masker, sekarang harus lebih,” jelasnya mengenai perkembangan Covid-19. Zubairi menambahkan, bukan hanya dokter yang menangani Covid-19 secara langsung yang memerlukan APD lengkap. Baju hazmat, kacamata google, sarung tangan, dan masker juga perlu dikenakan dokter yang bertemu dengan pasien pada umumnya. Sebab, tidak diketahui apakah pasien yang ditemui carrier Covid-19 atau bukan.

Selain itu, dibutuhkan waktu untuk mengetahui hasil tes Covid-19 dengan swab. Zubairi pernah menangani pasien dengan gejala Covid-19 dan hasilnya diterima setelah tujuh hari. Selama itu pula dia mencari rumah sakit rujukan. Sebab, rumah sakit tempatnya praktik tidak memiliki kapabilitas merawat pasien dalam pengawasan (PDP). Sayang, rumah sakit rujukan penuh.

Bagikan berita ini:
9
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar