Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa Ini Isolasi Diri di Gubuk Empang

Senin, 6 April 2020 11:04

Dwi bersama adiknya melakukan isolasi mandiri di gubuk empang. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Merebaknya virus corona membuat Dwi Reskiyah Fajriyanti Sutandi, mahasiswa jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Muslim Indonesia (UMI) harus rela mengisolasi diri di gubuk milik keluarganya.

Dwi menjelaskan alasannya harus tinggal di gubuk selama dua minggu karena ia takut menjadi carier dan membawa virus corona dari Makassar.

“Kan saya pulkam ke Mamuju Tengah, Kecamatan Topoyo, Desa Tappilina. Sebelum pulkam bapakku nelpon,bilang sama saya jangan sampai rumah nah nak, kamu di empang saja dulu dikarantina mandiri,” ungkapnya kepada Fajar.co.id, Senin (6/4/2020).

Dirinya mengatakan ingin menjadi contoh bagi orang baru yang ingin masuk desa supaya melakukan karantina terlebih dahulu.

“Bapakku punya alasan kenapa saya dikarantina berdua dengan adikku di empang, karena bapakku kebetulan pak desa. Jadi bapakku takutkan nanti ada warga yang datang dari luar daerah baru tidak dikarantina, makanya kami berdua sebagai contoh karantina mandiri,” lanjut mahasiswa semester 8 tersebut.

Dwi sendiri jauh hari sudah mempersiapkan dirinya untuk karantina dengan membeli dua dos air minum beserta cemilan.”Mie, garam, bumbu dapur saya bawa dari Makassar,” ujarnya.

Sementara beras dan sayur dibawakan orang tuanya dari rumah kemudian dimasak di gubuk.

Meskipun tinggal di gubuk empang kata dia, kalau untuk tidur masih lumayan, karena di empang lengkap kasur dan kelambu,”Tetapi susahnya tidak ada listrik, penerangan hanya lilin, senter cas,” bebernya.

Komentar


VIDEO TERKINI