Harga Gula Meroket, Pedagang Jus Elus Dada

Penjual jus di Makassar. (endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pedagang jus buah di sekitaran Jl Perintis Kemerdekaan Makassar hanya bisa elus dada mengingat harga gula pasir yang semakin meroket. Ungkapan ‘sudah jatuh tertimpa tangga’ seperti itu yang ia rasakan saat ini.

Di tengah harga gula yang melambung ditambah lagi dengan merebaknya wabah corona turut berdampak pada sepinya pembeli.

Hasnan, salah seorang penjual jus buah mengeluhkan situasi yang terjadi saat ini. Hampir satu bulan ini, dagangannya sepi, omset penjualannya turun drastis dibanding hari biasa sebelum virus corona merebak.

Seperti diketahui, harga gula pasir saat ini menembus angka Rp19 ribu per kilogram. Belum lagi penerapan pysical distance, liburnya siswa sekolah, serta karyawan/buruh yang bekerja dari rumah menambah pedihnya nasib pedagang ini.

“Setiap hari saya butuh 1 Kg gula pasir untuk campuran jus buah yang saya jual. Kalau harga gula terus-terusan naik, bisa jadi dagangan saya bangkrut,” keluh Hasnan saat dijumpai fajar.co.id, Senin (05/04/2020).

Walau harga gula tidak stabil, pria asal Tegal ini tidak berani mengganti gula pasir dengan pemanis buatan. Karena ia khawatir pemanis buatan akan merusak kesehatan dan tentu rasa jus buahnya pun akan beda.

“Kasihan pembeli kalau pakai pemanis buatan. Saya juga tidak berani menaikkan harga jus buah. Kita terima saja. Mudah-mudahan masalah ini cepat berlalu,” kata dia pasrah.

Hal senada juga dirasakan pedagang es dawet yang berjejer di kawasan Urip Sumohardjo, Makassar. Gula merah sebagai bahan utama es dawet juga ikut melambung.

Ia biasa disapa Mas Tono, tak hanya menjual, ia juga turut membantu majikannya membuat es dawet asli Bojonegoro itu.

Menurut Tono, sepinya pembeli karena dampak dari social distance sesuai yang dianjurkan pemerintah. Biasanya paling sedikit ia biasa menjual 20 gelas, kini jualannya menurun drastis.

“Syukur-syukur bisa jual 10 gelas sehari. Belum lagi gula merah yang ikut-ikut naik,” ungkap Tono.

Kedua pedagang ini merupakan bagian kecil yang terdampak wabah virus corona. Mereka berpangku tangan kepada pihak berwenang untuk cepat mengatasi situasi ini, disamping mengembalikan harga bahan pokok seperti semula. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...