Hati-hati! Ini Kota Transmisi Lokal Covid-19

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan merilis sejumlah wilayah transmisi lokal penyebaran virus corona di Indonesia.

Transmisi lokal berarti penyebaran virus penyebab COVID-19 itu tidak lagi dari masyarakat luar ke kota/kabupaten tersebut, tetapi sudah dari masyarakat ke masyarakat lokal.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah ini diimbau untuk tetap berada di rumah.

Dalam laman Kemenkes, infeksiemerging.kemkes.go.id, dituliskan wilayah tersebut ialah DKI Jakarta, Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok).

Kemudian Jawa Tengah (Kota Surakarta), Jawa Timur (Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Magetan, Kota Surabaya).

Selanjutnya, Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan), Kalimantan Barat (Kota Pontianak), Kalimantan Selatan (Kota Banjarmasin), Kalimantan Timur (Kota Balikpapan), Sulawesi Selatan (Kota Makassar) dan Sulawesi Tenggara (Kota Kendari).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, dr. Rahminingrum, menyarankan kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan tertularnya COVID-19 yang terjadi dari orang ke orang.

“Di rumah saja dan sebisa mungkin menghindari kontak manusia dengan manusia,” katanya saat dikonfirmasi Antara, Senin (6/4).

Rahminingrum menegaskan, jika tidak ada keperluan untuk keluar rumah yang sifatnya mendesak, diharapkan agar masyarakat tetap di rumah.

Namun, jika sifatnya mendesak dan tidak bisa ditunda maka masyarakat perlu melindungi diri saat berada di luar rumah.

“Yang jelas pada saat di luar rumah menggunakan masker, kalau bisa ke mana-mana membawa pembersih tangan antiseptik hand sanitizer dan kalau terpaksa harus ketemu orang, harus jaga jarak,” kata Rahminingrum.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar mematuhi imbauan pemerintah yakni tetap berada di rumah, jaga jarak fisik agar laju penyebaran COVID-19 dapat diputuskan dan tidak ada lagi korban selanjutnya.

“Biarkan Satuan Tugas (Satgas) dan petugas kesehatan yang bekerja,” ungkapnya. (ant/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...