Hina Presiden dan Sebar Hoaks Covid-19, Polisi Ringkus 4 Orang

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Empat orang yang diduga melakukan penyebaran hoaks dan penghinaan kepada presiden terkait Covid-19 ditangkap polisi. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap mereka di kawasan Cipinang, Jakarta Timur pada Jumat (3/4) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan mengatakan, 4 pelaku yang diamankan yakni, Alimuddin Baharsyah, pemilik akun Twitter @alibaharsyah007 dan ketiga rekannya berinisial HAF, 39; AH, 24; dan AAP, 20. Dia mengatakan, selain konten hoax, para pelaku diduga melakukan penghinaan terhadap presiden yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

“Berkaitan dengan kasus yang dilakukan oleh seseorang dengan memposting ataupun memviralkan berkaitan dengan konten-konten dan video berkaitan dengan penghinaan terhadap penguasa, kemudian juga mengandung unsur SARA dan diskriminasi ras dan etnis,” kata Himawan, Senin (6/4).

Himawan menuturkan, Ali Baharsyah telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 3 orang lainnya masih berstatus sebagai saksi. Pemeriksaan intensif masih dilakukan kepada 3 orang tersebut.

“Pemeriksaan barang bukti untuk dilakukan secara laboratorium forensik digital terhadap barang bukti yang dimiliki oleh ketiga temannya ini,” jelasnya.

Himawan menyebut, tersangka sudah masuk profiling aparat sejak 2018 lalu. Laporan polisi kepada dirinya terkait hoax ini sudah beberapa kalo terjadi.

“Modus operandinya adalah yang bersangkutan melakukan kegiatan pemostingan, yang sebelumnya dilakukan pembuatan video, merekam video tersebut kemudian diposting yang berkaitan dengan unsur SARA, diskriminasi etnis dan ras,” imbuhnya.

Hoax yang sudah diramu itu kemudian diviralkam melalui akun media sosial dan WhatsApp grup. “Dari hasil pemeriksaan motif tersangka adalah menyebarluaskan paham yang diyakininya,” tambah Himawan.

Penyidik saat ini masih melakukan pendalaman terkait paham tersangka tersebut. Dalam kasus ini polisi mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, 4 telepon genggam, 3 modem, 104 keping DVD, 11 unit hardisk, 5 memori card, 5 flashdisk, 1 laptop, 1 kamera, 2 tripod, dan 1 voice recorder.

Adapula, 2 KTP, 1 buku, 1 lampu sorot, 1 kemeja warna pink, blazer warna hitam dan 1 topi warna abu-abu yang digunakan tersangka saat membuat konten hoax yang disebarkan. Tersangka kemudian dijerat pasal 28 ayat (2) undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa dan badan umum.

“Memudian juga ditemukan beberapa file yang ini dari hasil forensik digital tentang video-video yang mengandung unsur pornografi. Sehingga yang bersangkutan kita tambahkan pasal berlapis berkaitan dengan undang-undang pornografi,” pungkas Himawan. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...