IDI Makassar: Dokter yang Gugur di Tengah Wabah Corona Adalah Pahlawan Kemanusiaan

Dokter yang Gugur di Tengah Wabah Corona Adalah Pahlawan Kemanusiaan

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- Pandemi virus corona di Indonesia telah telah menginfeksi 2.491 orang dan menyebabkan 209 orang diantaranya meninggal dunia.

Dari jumlah orang yang meninggal karena virus corona tersebut terdapat pula tenaga medis yang wafat akibat positif terjangkit Covid-19 dan berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) covid-19.

Sejak satu bulan terakhir setidaknya 24 dokter wafat. Menurut IDI, dokter-dokter tersebut tertular dari pasien yang mereka tangani. Salah satunya Dr Bernadette Albertina Fransisca, seorang dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) yang bertugas di RS Awal Bros Makassar.

Dr Bernadette meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sabtu 4 April 2020 dini hari akibat terinfeksi covid-19.

Sosok dr Bernadette begitu dikagumi rekan sejawatnya. Pribadinya yang baik, dermawan, dan tidak pelit ilmu menjadi kesan mendalam bagi keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar.

Humas IDI Makassar dr Wahyudi Muchsin mengenang rekan sejawatnya itu semasa hidup sering menggratiskan pasien tidak mampu yang berobat kepadanya.

"Kami turut berduka cita atas wafatnya rekan sejawat kami, total ada 24 dokter yang wafat dalam menangani pasien covid-19 termasuk Almarhumah dr Bernadette," kata dr Wahyudi Muchsin kepada fajar.co.id, Senin (06/04/2020).

"Beliau orang yang sangat baik, tidak pelit ilmu, selalu menggratiskan pasien yang tidak mampu, sangat ringan tangan, beliau penyabar. IDI Makassar sangat kehilangan," lanjut dia haru.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...