Kisah Pasien Corona Meninggal di Usia Muda, Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Tidur

Ben Luderer (kiri) semasa hidup bersama istrinya, Brandy. Ben meninggal karena Covid-19 dalam usia 30 tahun dan tak memiliki riwayat sakit atau penyakit bawaan (CNN)

FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY — Data dunia menunjukkan umumnya pasien Covid-19 yang meninggal dunia adalah karena lansia dan punya latar belakang penyakit sebelumnya seperti diabetes dan hipertensi.

Namun, tak menutup kemungkinan, pasien usia muda dan tak punya riwayat penyakit, juga bisa meninggal dunia karena virus Korona. Contohnya kisah seorang warga New Jersey, Amerika Serikat, Ben Luderer yang berusia 30 tahun dan meninggal dunia.

Ben mulai merasa sakit tertular Coronavirus dari istrinya, Brandy. Ben merasakan gejala minimal. Dokter menganggapnya tak demam. Dia hanya mengalami hidung tersumbat. Tapi, dokter menilai karena usianya masih muda, pasti imunnya kuat.

Keduanya bekerja di Distrik Sekolah Taman Cliffside di New Jersey. Keduanya adalah guru pendidikan khusus.

Namun, bagi Ben, ternyata gejalanya dengan cepat berubah menjadi lebih parah. Napasnya lebih pendek, dan pada hari Jumat terakhir bulan Maret, dia memberi tahu Brandy bahwa sudah waktunya untuk pergi ke ruang gawat darurat.

“Benar-benar memprihatinkan. Suami saya berbaring dan harus ke rumah sakit segera,” kata Brandy seperti dilansir dari CNN, Senin (6/4).

Brandy mengantarnya ke rumah sakit. Namun, dia tidak bisa masuk menemani suaminya. “Di rumah sakit, Ben harus dibantu dengan oksigen dan merespons dengan baik,” kata Brandy.

Rumah sakit memberinya cairan dan Tylenol. Kemudian mengirimnya pulang pada malam yang sama. Hari Minggu berikutnya, Ben merasa lebih baik dan menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Lalu Ben bisa bangkit dari tempat tidur dan makan malam untuk pertama kalinya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar