KUA Hentikan Layanan Akad Nikah

Senin, 6 April 2020 11:13

Prosesi akad yang biasanya menggunakan jabat tangan diganti dengan tali berwarna putih. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar ...

Sebanyak 20 calon pasangan terdaftar di KUA Magersari dan 10 pasangan lainnya berada di wilayah KAU Prajurit Kulon. Rombongan terakhir calon pengantin tersebut telah tercatat mendaftar sebelum 1 April lalu. ’’Sehingga akad tetap dilaksanakan sesuai jadwal,’’ terang pria yang menjabat sebagai Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokero ini.

Meski demikian, pelaksanaan ijab kabul tetap diharuskan dengan protokol kesehatan dengan memakai alat pelindung diri (APD) berupa masker. Khusus bagi penghulu, wali nikah, serta calon mempelai laki-laki, diwajibkan menggunakan sarung tangan.

Di samping itu, imbuh Bambang, prosesi akan nikah juga menerapkan pembatasan jumlah orang yang hadir. Paling banyak hanya boleh diikuti 10 orang di dalam satu ruangan. ’’Sepuluh orang itu sudah termasuk petugas penghulunya, biar tidak jadi pengumpulan massa,’’ katanya.

Tempat diselenggarakannya akad nikah diupayakan harus dilakukan di KUA. Sehingga, penghulu tidak melayani pernikahan di kediaman mempelai. Namun, pihaknya masih memberi kelonggaran jika ijab kabul harus dilakukan di luar kantor.

Bagikan berita ini:
5
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar