Libatkan Bidan, Praktik Aborsi Dilakukan di Hotel

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ardian Satrio Utomo (tengah). (DOK/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar praktik aborsi, akhir Maret 2020 lalu.

Dalam kasus itu, petugas berhasil mengamankan tiga pelaku di antaranya adalah seorang tenaga medis atau bidan serta dua pasang kekasih. Pasangan kekasih itu adalah RA, 17, dan MU, 32. Sementara seorang bidan yang diamankan adalah SM.

Pengungkapan itu dibenarkan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ardian Satrio Utomo. “Ya benar, nanti kalau sudah clear kasusnya akan kami kasih tahu perkembangan lebih lanjut,” kata Kompol Ardian Satrio Utomo.

Ardian menjelaskan, pengungkapan kasus itu bermula setelah pihaknya memperoleh laporan pada akhir Maret 2020 lalu. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti. Awalnya ia memperoleh laporan itu dari salah satu rumah sakit di Surabaya kalau ada pasien yang kondisinya mencurigakan.

“Laporan itu dari salah satu rumah sakit bahwa ada pasien mencurigakan yang diduga habis bersalin,” lanjut dia.

Setelah mendapatkan identitas pasien perempuan itu, Tim Unit PPA langsung melakukan interogasi. Dalam interogasi itulah dapat terungkap bahwa janin yang dikandung perempuan muda berumur 17 tahun itu telah diaborsi dengan memakai jasa salah satu tenaga kesehatan.

“Kami lantas amankan seorang perempuan tenaga kesehatan itu setelah melalui proses interogasi,” tandas Ardian.

Tenaga kesehatan yang melakukan aborsi itu tinggal di wilayah Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Sementara gadis remaja yang memakai jasa aborsi itu tinggal di daerah Kecamatan Mulyorejo. “Tapi aborsi itu dilakukan di salah satu hotel di Surabaya,” tegas Ardian.

Ardian menyebut, setelah janin dipastikan meninggal, jasad janin itu diberikan kepada perempuan muda tadi untuk dimakamkan. Jasad janin yang sudah dibungkus itu kemudian diserahkan kepada kekasihnya, MU, untuk dimakamkan.

“Kekasihnya juga sudah kami tangkap. Dari pengakuannya, jenazah janin itu dimakamkan di salah satu lokasi di kawasan Jalan Ir Soekarno (MERR),” ungkapnya.

Hingga hari ini, Penyidik Unit PPA masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengetahui praktik terlarang tenaga kesehatan tersebut.

Yang mengejutkan dari hasil pemeriksaan sementara terungkap bahwa tenaga kesehatan itu sudah banyak menerima pasien yang meminta janinnya digugurkan.

“Masih banyak yang harus kami kembangkan untuk mengungkap kasus tersebut. Untuk detail kasus dan perkembangannya akan kami sampaikan lagi nanti,” tandasnya. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...