LP2M UNM Pasang Alat Cuci Tangan Portable di Soppeng

Tempat cuci tangan buatan LP2m UNM. (IST)

FAJAR.CO.ID, SOPPENG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (LP2M UNM) memasang alat cuci tangan portable di Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Pemasangan alat cuci tangan ini dimaksudkan agar masyarakat bisa menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Ketua LP2M UNM Prof. Bakhrani A. Rauf mengatakan alat cuci tangan portabel yang praktis dan efisien dengan harapan masyarakat dapat membuat sendiri karena menggunakan rangka dari kayu lokal serta dapat dipindah-pindahkan.

“Alat cuci tangan ini sengaja dibuat di lokasi bersama dengan masyarakat agar dapat mengetahui dan terampil membuat sendiri alat cuci tangan untuk mencegah wabah virus corona di lingkungannya masing-masing,” kata Bakharani, dalam keterangannya, Senin (6/4/2020).

Ia menambahkan, penerapan alat cuci tangan portable ini dilakukan karena Desa tersebut merupakan perbatasan Kabupaten Soppeng dengan Kabupaten Sidrap. Rektor UNM Prof. Husain Syam mengapresiasi langkah yang dilakukan LP2M UNM itu, menurutnya sebagai lembaga pendidikan UNM mendukung kebijakan pemerintah dalam memerangi dan mengatasi penyebaran virus Corona.

“UNM mengambil peran yaitu menerapkan alat cuci tangan portable pada masyarakat yg mudah dipindah-pindahkan,” kata guru besar bidang pertanian itu.
Mantan dekan FT UNM itu menyebut langkah yang dilakukan ini sebagai wujud bersama untuk menekan penyebaran virus corona yang sudah membuat banyak orang di penjuru dunia terjangkit.

“Semoga hal- hal yang dilakukan UNM untuk masyarakat dapat dirasakan manfaatnya. Semoga juga dengan adanya alat ini masyarakat lebih bisa menjalani pola hidup yang lebih bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Marioriawa Usman Achmad sangat berterima kasih kepada Rektor UNM atas penerapan alat cuci tangan portable pada masyarakat di Kecamatan Marioriawa.

Hal serupa juga diungkapkan plt Kepala Desa Laringgi Sulfiani. Untuk alat cuci tangan portable yang dibuat oleh UNM berada di dua daerah yakni Desa Laringgi dengan kelebihannya menggunakan dua tempat cuci tangan, sedangkan di Kelurahan Attang Solo di Madiming menggunakan air tandon 300 liter. (nur/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...