Pemda Didorong Turut Selamatkan Industri Parekraf dari Dampak Covid-19

Pendiri NET TV Wishnutama Kusubandio

FAJAR.CO.ID JAKARTA– Wabah Covid-19 turut menghantam laju sektor pariwisata dan industri kreatif nasional. Tak bisa dipungkiri, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional. Sayangnya, sejak wabah pandemi ini menjangkiti Indonesia, kedua sektor ini perlahan mati suri.

Melihat situasi tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengambil langkah cepat dengan mengajak pemerintah daerah secara aktif melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dari dampak Covid-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengimbau dinas yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berkonsultasi dan melaporkan perkembangan pelaksanaan antisipasi dan penanganan dampak penularan COVlD-19 di wilayah kewenangan masing-masing secara berkala.

“Laporan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVlD-19 di daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) serta membuka mediasi dan layanan pengaduan masyarakat atau call center di level daerah,” kata Wishnutama dalam siaran pers yang diterima Fajar.co.id, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut Wishnutama mengatakan, hal lain yang perlu dilakukan dinas adalah mengadakan sosialisasi SOP berjalannya bisnis yang baik dan sesuai Protokol Kesehatan Kementerian Kesehatan. Protokol kesehatan tersebut disampaikan melalui media sosial, media cetak, radio, dan pengiriman pesan massal melalui WhatSapp group di masing-masing daerah.

Juga melakukan upaya-upaya pencegahan supaya perusahaan/industri tidak melakukan PHK kepada pekerja, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan.

Dinas-dinas yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif juga diimbau melakukan upaya-upaya untuk dapat memberikan dukungan dan kompensasi berupa bahan makanan pokok kepada para pekerja informal yang terkait langsung dengan destinasi wisata yang ditutup di wilayah kewenangannya.

“Untuk para pelaku sektor ekonomi kreatif, seperti televisi, film, rumah produksi, konten kreator, radio, animasi, desain grafis, artis, seniman, untuk aktif terlibat dalam membantu pemerintah dalam menyosialisasikan langkah kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19,” harapnya.

Kemenparekraf saat ini sedang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban dan biaya untuk para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat mengurangi potensi PHK karyawan di sektor tersebut.

“Presiden menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID-19 ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” tutup Wishnutama. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...