Presiden wajib bentuk Gugus Ilmuwan Corona (GIC)

Andi Fajar Asti. (IST)

Oleh: Andi Fajar Asti, M.Sc Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI)

Hadirnya Gugus Tugas Corona (GTC) yang dibentuk presiden, menurut saya tidak cukup untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Himpunan mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) menyarankan presiden segera bentuk Gugus Ilmuwan Corona (GIC). Nantinya, gugus ini yang "tongkrongi" corona dilaboratorium dan memikirkan vaksin yang tepat.

Kemudian gugus ini juga dipersilahkan melaporkan kepublik kinerjanya secara kontinue, sehingga tim gugus juga bisa mendapatkan masukan dari publik dengan pendekatan ilmiah.

Para ilmuan mikroba, dokter, ahli farmasi dan kesehatan terbaik indonesia, baik dari perguruan tinggi, LIPI, perusahaan obat, dan semua yang kompeten dikumpulkan dalam sebuah laboratorium.

Gugus inilah bekerja 24 jam memikirkan cara membunuh covid 19 dengan vaksin. Negara wajib menyediakan fasilitas terbaik dan jaminan kesejahteraan bagi tim gugus. Dari pada negara menghamburkan Milyaran anggaran untuk influencer, mending memberikan hadiah 100 Milyar bagi penemu vaksin.

Kegemesan saya muncul dengan pikiran dan pertanyaan sederhana: sampai kapan kita harus "sembunyi" dari covid-19 ? Bukankah justru para ilmuwan berbeda pendapat soal penyebaran covid-19 juga. Tentu ini menimbulkan kebingungan massal.

Nah melalui GIC ini, perlawanan konkrit terhadap covid-19 bisa dilakukan. Upaya melawan Covid-19 dengan social distancing, apalagi hanya dengan penyemperotan di jalanan, hanya akan menjadi konten laporan statistik korban covid-19 dalam bentuk angka-angka yang ujungnya sulit ditebak kapan berakhir.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...