Soal Sikap Polri, Bambang Rukminto: Mereka Asyik Bergenit-genit dengan Politikus

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Kapolri, Idham Azis memberikan penjelasan saat Rapat kerja (raker) dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Dalam raker tersebut selain dijelaskan tentang rencana kerja tahun 2020, penanganan kasus Natuna, penanganan kasus Taman sari juga disinggung tentang keberadaan Harun Masiku terkait adanya hubungan dengan Ketua PTIK.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kapolri Jenderal Idham Azis meminta jajarannya untuk membantu warga terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terutama bagi pekerja sektor informal.

Ini adalah sikap Polri yang dinilai Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto sebagai ajang cari panggung. Bukan urusan Polri memberi imbauan itu. Polri, kata Bambang, mestinya fokus pada penegakan hukum.

“Apakah masih terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Polri? Bila tidak, itu akan menjadi ironi. PR (pekerjaan rumah)kepolisian terkait tupoksi masih banyak, bagaimana penegakan hukum di tengah pandemi, dilakukan?” katanya dihubungi FIN, Minggu (5/4).

Bambang melanjutkan, imbauan itu tidak memberikan jaminan rasa aman terhadap masyarakat. Selain itu, masyarakat juga perlu ditertibkan.

“Itu yang harus disiapkan Polri, bukan malah membuat panggung di luar rananya,” ujarnya.

Sebelumnya Bambang juga menyebut sikap Polri yang turun membagikan masker dan penyanitasi tangan di Tanah Abang sebagai ajang cari panggung. Alih-alih menyadarkan masyarakat soal pentingnya jaga jarak, aktifitas itu justru mengumpulkan massa karena terdapat artis.

‘Cari panggung’ ini, disebut Bambang, lantaran reformasi organisasi yang tidak berjalan baik di tubuh Polri. Kesalahan ini berujung pada kegagapan pejabat terkait yang gagap merespon situasi krisis.

“Mereka asyik bergenit-genit dengan politikus. Akibatnya merekapun berulah layaknya politisi yang mencari-cari panggung. Harusnya mereka fokus menyiapkan jajarannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat pandemi terkait tupoksinya, bukan masuk ke ranah lembaga lain,” tukasnya.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengimbau anggotanya agar bergotong-royong membantu warga terdampak kebijakan PSBB. Pekerja sektor informal, khususnya, dinilai perlu bantuan lantaran pendapatan mereka berkurang.

“Secara ekonomi, ada saudara-saudara kita yang merasakan dampak langsung kehilangan pendapatan seperti buruh, tenaga harian lepas, tukang ojek, sopir dan lain-lain,” kata Kabaharkam Polri, Komjen Agus Andrianto, lewat keterangannya, Minggu (5/4).

Meski bersifat imbauan, Agus meminta jajarannya menjalankan ini. Apalagi, atasannya Kapolri Jenderal Idham Azis sebelumnya sudah memberikan imbauan serupa.

“Pak Kapolri juga sudah mengimbau agar seluruh jajaran Polri dan masyarakat yang tidak terdampak secara ekonomi untuk bahu-membahu membantu masyarakat yang terdampak ekonominya,” ucap dia.

Sebagaimana pejabat Polri lainnya, Agus tak bosan mengingatkan jajarannya untuk mematuhi PSBB. Hal itu, dinilainya efektif memutus persebaran virus. Terlebih kepada warga, ia meminta personel Polri memberi imbauan soal pentingnya PSBB.

“Saya imbau masyarakat agar mematuhi imbau dan disiplin karena ini dapat memutus rantai penyebaran COVID-19,“ ujar Agus. (irf/gw/fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...