Sudah Tak Bisa Diurus, Jenazah Covid Tergeletak di Jalan-jalan

Senin, 6 April 2020 16:37

Jenazah tergetak di jalan-jalan karena tak ada yang urus.

Konfrontasi politik

Guayaquil, kota terbesar di Ekuador, dengan kematian tertinggi di Amerika Latin.

Komandan Angkatan Laut Nasional, Darwin Jarrín, yang memegang komando militer dan kepolisian di Provinsi Guaya mengatakan pada BBC Mundo bahwa hingga tanggal 2 April, korban meninggal dunia semuanya di Guayaquil.

“Kementrian Kesehatan mengirim sertifikat kematian ke rumah sakit, polisi dan komisi transportasi membawa jenazah-jenazah itu ke dua pemakaman, yaitu Parques de La Paz di Aurora dan Metropolitan Pantheon di arah pantai. Militer yang memakamkan mereka,” kata Jarrín.

Tak ada yang bersedia mengangkat mayat. Namun yang terjadi akhir Maret ini di kota itu, ada 300 lebih jenazah yang diambil di berbagai rumah oleh kepolisian Ekuador, menurut koran El Comercio.

Sulit untuk mendapatkan sertifkat kematian bagi yang meninggal di rumah karena tidak ada dokter yang menandatangani.

Krisis ini sudah membuat walikota Guayaquil, Cyntia Viteri, berhadap-hadapan dengan pemerintah nasional.

Ia sedang berada dalam karantina karena positif virus corona. Tanggal 27 Maret ia sudah menyerukan kelemahan pemerintah nasional.

“Mereka tidak mengangkat jenazah dari rumah-rumah tinggal. Mereka meninggalkannya di tepi jalan, atau diletakkan di depan rumah sakit. Tak ada yang bersedia mengangkat. Keluarga-keluarga pasien mengetuk pintu rumah sakit minta agar bisa dirawat, tapi tak ada lagi tempat tidur untuk merawat.”

Bagikan berita ini:
2
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar