Susun Skripsi Saat Pandemi Covid-19, Mahasiswa Tak Perlu Riset ke Lapangan

Senin, 6 April 2020 12:02

ilustrasi penelitian mahasiswa. (IST)

Selain itu, lanjut Nizam, Dirjen Dikti juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 302/E.E2/KR/2020 tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan.

“Salah satu poin surat edaran tersebut yakni adanya perlindungan bagi mahasiswa yang terancam drop out (DO) akibat situasi darurat covid-19, dengan memberi kebijakan perpanjangan masa studi selama satu semester,” ujarnya.

Nizam menegaskan, perpanjangan semester hanya untuk mahasiswa S-1 angkatan 2013/2014 yang berakhir masa studinya di semester ini.

“Tetapi bukan berarti serta merta semua mahasiswa diperpanjang satu semester. Ini untuk melindungi yang akan DO, diberikan kesempatan perpanjangan satu semester,” katanya.

Menindaklanjuti kebijakan itu, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pun membuat kebijakan untuk mengganti tugas akhir skripsi menjadi artikel ilmiah.

Kebijakan tugas akhir ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi pembatasan aktivitas saat tanggap darurat virus korona (covid-19).

“Kebijakan inidiperuntukkan bagi mahasiswa S1 yang sudah terlanjur memprogram skripsi pada semester genap 2019/2020 ini.

Mahasiswa yang memprogram mata kuliah skripsi pada semester genap 2019/2020 tagihan akhirnya adalah artikel ilmiah,” kata Rektor Unesa Nurhasan.

Nurhasan mengatakan, bahwa keputusan peraturan tersebut sudah dijelaskan dalam surat bernomor B/17447/UN/38/ HK.01.01/2020 terkait pengujian artikel ilmiah. Nantinya, penguji terdiri dari dosen dan dosen pembimbing.

“Artikel ilmiah tersebut dinilai oleh tiga orang, termasuk dosen pembimbing,” ujarnya.

Komentar