60 Ribu Positif Covid-19, Iran Tolak Bantuan Amerika Serikat

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi--afp

FAJAR.CO.ID, TEHERAN – Republik Islam Iran telah menolak tawaran bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat. Teheran menegaskan tidak butuh bantuan dari negara adidaya tersebut.

“Iran tidak pernah meminta dan tidak akan meminta Amerika Serikat untuk membantu Teheran dalam perangnya melawan wabah. Tetapi Amerika Serikat harus mencabut semua sanksi unilateral ilegal terhadap Iran,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Ketegangan antara kedua negara itu telah meningkat sejak 2018, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir era Barack Obama. Kini Washington menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Pemerintah Iran mengatakan, sanksi Amerika Serikat telah menghambat upaya mereka untuk menghentikan wabah. Teheran mendesak negara-negara lain dan PBB untuk menyeru Amerika Serikat agar mencabutnya.

“Mereka (AS) berusaha memaksa Teheran untuk menerima negosiasi dengan Amerika,” kata Mousavi.

Iran adalah negara yang paling parah terdampak virus corona di kawasan Timur Tengah. Hingga hari ini, Selasa (7/4), Iran telah melaporkan 60 ribu lebih kasus positif dengan 3.739 kematian. (ant/dil/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...