Covid-19: Telaah Kesigapan & Kesiapan Negara

Selasa, 7 April 2020 08:18

Busri

Namun pada kenyataannya, kebijakan ​social distancing belum memberikan dampak yang signifikan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kurang lebih 1 minggu setelah himbauan tersebut dikeluarkan oleh presiden Jokowi, angka kasus infeksi virus masih meningkat begitupun dengan angka korban jiwa. Disisi lain, masih banyak pihak baik publik maupun pemerintah yang menolak terang-terangan opsi ​lockdown. Hal ini berakar dari pertimbangan mengenai dampak sosio-ekonomi yang akan paling dirasakan oleh kaum pekerja serta masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia apabila kebijakan tersebut hendak dilakukan. Lebih lanjut, dampak sosial-ekonomi tersebut mencakup antara lain kemungkinan kelangkaan suplai kebutuhan pokok, berkurangnya pendapatan masyarakat, hingga bahkan belum meratanya akses terhadap fasilitas kesehatan publik.

Maka dari itu, pemerintah dalam hal ini, apabila ingin benar-benar menghalau penyebaran          COVID-19, harus mengeluarkan kebijakan yang berfungsi sebagai​ social safety net bagi masyarakat           disamping kebijakan yang bersifat ​enforcement. Berkaca dari negara Inggris, pemerintah disana menggelontorkan dana khusus untuk membiayai 80% dari total gaji para kaum pekerja (CNN, 2020). Demikian pula di Amerika dimana pemerintah negara bagian mengusung kebijakan pengisian ulang terhadap suplai kebutuhan pokok di toko-toko (CNN, 2020). Adanya social ​safety net tersebut memperlancar penerapan kebijakan ​enforcement karena memberikan jaminan terhadap kelangsungan kepentingan baik dari pihak pekerja di masyarakat (civil society) maupun pihak swasta (bussiness). Tentunya, hal ini perlu disesuaikan dengan kekuatan finansial dari pemerintah sendiri, namun tetap berfokus pada tujuan pemberian jaminan kepentingan bagi pihak masyarakat pada umumnya.

Disisi lain, masyarakat, terutama kaum terdidik dan kelas menengah ke atas (dalam artian memiliki akses yang lebih baik terhadap fasilitas kesehatan serta tidak rentan terpapar oleh virus itu sendiri), juga dapat melakukan beberapa hal untuk membantu pemerintah melancarkan upaya penanggulangan virus ini. Selain menumbuhkan kesadaran mandiri dan kolektif mengenai pentingnya ​social distancing dan ​lockdown, masyarakat perlu memaksimalkan upaya ​penggalangan dana (crowd -funding) baik dalam bentuk uang maupun fasilitas kesehatan sederhana untuk ‘meringankan’ beban stimulus pemerintah mengingat kekuatan finansial negara yang saya yakin belum dapat menutupi seluruh kebutuhan masyarakat secara maksimal. Lebih lanjut, hal ini tentu akan lebih mudah dengan dukungan NGO, komunitas lokal, serta akses platform ​crowd-funding seperti Kitabisa, yang hingga saat ini telah mengumpulkan total Rp 20 miliar donasi dengan inisiator utama bertajuk ‘Selamatkan Nyawa Sesama!’ (KitaBisa.com, 2020).  Alih-alih terus menuntut pemerintah untuk memberikan stimulus sosial-ekonomi, ada baiknya masyarakat yang ‘diberkahi’ dengan​ privilege tertentu bergerak untuk membantu pemerintah melancarkan upaya penanggulangan virus secara struktural. Selain itu, perlu juga adanya pemahaman yang mendalam mengenai intepretasi ​lockdown serta ​social distancing mengingat masih banyak yang memaknai konsep tersebut secara tunggal tanpa penyesuaian dengan konteks sosio-ekonomi di Indonesia sendiri.

Pada akhirnya, saya menggarisbawahi opini dengan mengemukakan perlunya sinergitas antara baik pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan COVID-19 ini. Saya yang merupakan anggota dari elemen masyarakat — yang syukurnya — diberkahi dengan beberapa ​privilege tertentu menyadari bahwa pemerintah tidak dapat menangani virus ini sendirian. Oleh karenanya akan dirasa lebih substansial jika saya menggunakan ​privilege tersebut untuk bahu-membahu memuluskan upaya penanggulangan tersebut. Pun saya yakin bahwa kebijakan yang akan diambil selanjutnya, entah bahkan ​lockdown sekalipun, tidak akan diterapkan secara membabi buta tanpa adanya penyesuaian. Namun penting untuk digarisbawahi disini bahwa saya, anda, dan seluruh elemen masyarakat beserta tindakannya — sekecil apapun itu — dapat berpengaruh bagi jangka waktu penyebaran infeksi, hingga mungkin angka korban jiwa dari infeksi itu sendiri. Dengan demikian, mari kita bergerak bersama bahu-membahu dengan pemerintah sebagai kesatuan sebuah negara untuk menanggulangi bencana global ini semaksimal mungkin.  

Komentar