Desak Pemprov Terapkan PSBB, Rachmatika Dewi: Jika Ditunda Resikonya Lebih Besar

Anggota DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kasus positif virus corona di Sulawesi Selatan hingga siang ini, Selasa (7/4/2020) tercatat 112 kasus. Angka ini menjadikan Sulsel sebagai provinsi tertinggi di luar pulau Jawa.

Melihat grafik peningkatan jumlah pasien positif Corona yang terus bertambah dari hari ke hari, Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi meminta kepada Pemerintah provinsi untuk mengkaji dengan baik apakah memang dibutuhkan karantina wilayah di Sulsel.

Menurut wanita yang akrab disapa Cicu ini, angka tersebut menunjukkan bahwa Sulsel menjadi provinsi dengan penderita terbanyak setelah pulau Jawa. Ini menjadi warning untuk kita semua.

“Sejak awal saya sudah meminta kepada Pemerintah provinsi untuk mengkaji dengan baik apakah memang dibutuhkan karantina wilayah di Sulsel, karena jika melihat grafiknya peningkatan jumlah pasien positif Corona yang terus bertambah dari hari ke hari. Apalagi Sulsel menjadi provinsi dengan penderita terbanyak setelah pulau Jawa. Ini menjadi warning untuk kita semua,” tutur Cicu melalui pesan singkat, Selasa (7/4/2020).

Politisi Partai NasDem ini menyatakan Sulsel merupakan pintu gerbang Indonesia timur, jadi lalu lintas orang yang mau masuk ke Indonesia timur semuanya lewat Sulsel. Sehingga resiko persebaran Covid-19 di wilayah ini cukup besar dibanding daerah lain.

“Seperti yang kita tahu Sulsel merupakan pintu gerbang Indonesia timur, jadi memang lalu lintas orang yang mau masuk Indonesia timur semuanya lewat Sulsel. Sehingga memang resiko kita jauh lebih besar,” ungkapnya.

Sehingga perlu adanya kebijakan strategis untuk membatasi masuknya orang ke Sulsel, misalnya diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Cicu mengaku sepakat jika pemprov Sulsel segera mengajukan penetapan status PSBB ke pemerintah pusat.

“Perlu ada kebijakan untuk membatasi hal tersebut dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar.Saya sepakat karena menurut data terakhir di Sulsel telah mencapai angka 80 kasus positif Corona,” pungkasnya.

Cicu memprediksi angka ini terus bertambah jika tidak diambil kebijakan oleh Pemprov dan pusat untuk memberikan pressure yang lebih besar.

“Apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi bulan ramadan dan Idul Fitri, pasti akan lebih banyak pemudik yang hadir,” tegas Cicu.

Terkait dengan semakin dekatnya kegiatan arus mudik masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halamannya, Cicu menghimbau pemberlakuan status PSBB harus segera dipikirkan sebelum terlambat.

“Untuk menghadapi gelombang pemudik, perlu dipikirkan apakah Pembatasan Sosial Berskala Besar bisa diterapkan di Sulsel. Semoga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat bisa mengkaji hal ini,” harapnya.

Terakhir, ia juga berharap kepada pemerintah kabupaten/kota dan juga provinsi memberikan pelayanan di setiap perbatasan yang ada dengan SOP yang sesuai untuk mendeteksi pemudik yang masuk ke Sulsel dengan alat-alat yang memadai, seperti thermal Ceck.

“Bahkan jika perlu kita bisa melakukan rapid test di setiap pintu masuk seperti bandara, pelabuhan dan terminal,” pungkasnya.(endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...