Donald Trump Tuding Gerakan Kekaisaran Rusia Organisasi Teroris

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON- Amerika Serikat menyebut organisasi sayap kanan Rusia sebagai kelompok teroris. Ini merupakan yang pertama kali negara adidaya itu menamai kelompok di luar Islam sebagai teroris.

Departemen Luar Negeri mengatakan Gerakan Kekaisaran Rusia menjalankan dua kamp pelatihan paramiliter di Saint Petersburg dan telah menarik neo-Nazi dari seluruh dunia Barat, termasuk militan Swedia yang melakukan serangan.

“Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat menunjuk teroris supremasi kulit putih, menggambarkan betapa seriusnya pemerintahan ini menghadapi ancaman,” kata Nathan Sales, koordinator kontraterorisme Departemen Luar Negeri dikutip AFP, Selasa (7/4).

“Kami siap untuk menargetkan kelompok teroris asing, apa pun ideologinya, yang mengancam warga negara kami, kepentingan kami di luar negeri atau sekutu kami,” sambungnya.

Gerakan Kekaisaran Rusia dan tiga pemimpinnya masuk daftar hitam sebagai Teroris Global. Ini berarti bahwa mereka tidak akan diterima di Amerika Serikat dan bahwa aset AS yang mereka pegang akan diblokir.

Penunjukan ini juga bertujuan untuk memiliki efek mengerikan pada bank dan institusi lain di luar negeri yang tidak ingin berurusan dengan kelompok teroris yang dideskripsikan di AS.

” Ini omong kosong, tentu saja,” kata Denis Gariyev, satu dari tiga pemimpin yang dimasukkan dalam daftar hitam, kepada AFP.

“Dengan cara yang sama Anda bisa mengenali puluhan ribu sukarelawan sebagai teroris. Ya, kami ambil bagian sebagai sukarelawan,” katanya tentang partisipasi kelompok itu di wilayah Donbass di Ukraina timur.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...