Lebih Parah Dibanding Covid-19, DBD Tewaskan 254 Jiwa

Selasa, 7 April 2020 14:45

Penyakit DBD bisa menular bukan hanya lewat nyamuk.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sedikitnya 254 jiwa meninggal meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini menjadi ancaman serius di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kementerian Kesehatan Nadia Siti Tarmidzi mengatakan berdasarkan data yang dimiliki hingga Sabtu (4/4/2020) sedikitnya 254 jiwa meninggal dunia akibat DBD.

Wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang harus waspada DBD karena memiliki kasus tertinggi. (Data penyebaran lihat grafis)

“Masyarakat harus waspada terhadap penyakit DBD. Jangan sampai terlambat dalam penanganannya,” katanya dalam keterangannya, Senin (6/4/2020).

Dia meminta masyarakat tidak ragu datang ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas jika mengalami gejala DBD agar segera mendapatkan penanganan medis.

“Perhatikan gejala DBD, bila ada gejala demam tinggi tiga hari tanpa sesak atau batuk, atau suara serak. Perhatikan adakah bintik-bintik merah atau gusi berdarah, atau mimisan sebagai tanda awal DBD,” katanya.

Meskipun saat ini tengah terjadi wabah COVID-19, Nadia mengatakan orang yang memiliki gejala DBD harus segera mengunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan dengan segera. Nadia menjelaskan bahwa penyakit DBD juga merupakan penyakit infeksi seperti COVID-19 sehingga bisa dilakukan pencegahan dengan menjaga imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

Dia juga meminta agar fasilitas kesehatan pun harus siap menerima pasien penyakit DBD meskipun saat ini banyak menangani pasien COVID-19.

Komentar


VIDEO TERKINI