Presiden Ultimatum Pemda Tidak Berbelit-belit Menyalurkan Bansos ke Masyarakat

Selasa, 7 April 2020 17:56

Jokowi.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menekankan sejumlah program jaring pengaman sosial yang telah ditetapkan pemerintah. Itu dalam rangka menjaga daya beli masyarakat di situasi darurat Covid-19 terukur dan tepat sasaran.

“Saya ingin menekankan bahwa pelaksanaannya (program jaring pengaman sosial) harus betul-betul tepat sasaran,” tegas Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas efektivitas penyaluran program jaring pengaman sosial melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Presiden juga meminta keterlibatan aktif pemerintah daerah dan desa dalam pendistribusian bantuan tersebut benar-benar kepada warga yang membutuhkan sehingga pemanfaatannya terukur dan akurat.

Kepala Negara juga mengultimatum kepala daerah dan desa untuk mempercepat penyaluran bantuan ini. Dengan memakai cara-cara praktis atau tidak berbelit-belit.

“Gunakan cara-cara praktis, tidak berbelit-belit dan menyulitkan masyarakat. Rancang mekanisme yang melibatkan sektor usaha mikro dan kecil, pedagang sembako di pasar, dan jasa transportasi ojek sehingga bisa mengikutsertakan usaha-usaha yang di bawah,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan bantuan bagi masyarakat lapisan bawah telah ditetapkan pemerintah dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp110 triliun. Di antaranya ialah memperluas jumlah penerima dan nilai manfaat untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Dari sebelumnya terdaftar sebanyak 9,2 juta penerima, kini ditingkatkan menjadi 10 juta penerima manfaat. Sementara nilai manfaat juga dinaikkan kurang lebih 25 persen serta mempercepat penyaluran dari tiga bulan sekali menjadi sebulan sekali. (endra/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI