Tri Rismaharini Keluarkan Protokol Pengendalian Mobilitas Penduduk

Selasa, 7 April 2020 20:57

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Humas Pemkot Surabaya/Antara)

Ketentuan yang dimaksud di antaranya tidak boleh keluar rumah, menggunakan kamar terpisah, selalu menggunakan masker, menghindari pemakaian bersama peralatan makan, selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, membiasakan berjemur, selalu menjaga kebersihan rumah dan diri dengan cairan disinfektan atau bahan penangkal virus lain, dan rutin melakukan pengukuran suhu tubuh.

”Ketua RT atau pengurus RT atau pengelola apartemen harus aktif memperbarui data-data warganya,” ujar Risma.

Selain itu, Risma meminta melakukan pemantauan terhadap keberadaan pendatang baru di wilayah RT, apartemen dan country house. Bahkan, dia juga meminta pendatang beridentitas kependudukan non-Surabaya yang datang terhitung belum 14 hari sejak surat ini diterima, wajib melakukan deteksi dini melalui aplikasi lawancovid-19 dan melakukan isolasi mandiri sekaligus mengunduh aplikasi lawancovid-19 guna memperbarui data kondisi vital diri setiap hari.

”Kami juga minta pengelola country house, pemilik rumah kos, atau rumah sewa, atau asrama untuk sementara ini tidak menerima penghuni baru yang datang dari luar kota atau luar negeri,” kata Risma.

Menurut Risma, pengelola country house, pemilik rumah kos atau rumah sewa atau asrama juga wajib melakukan pendataan dan deteksi dini melalui aplikasi lawancovid-19 terhadap semua penghuni.

Apabila sudah terlanjur menerima penghuni baru dari luar kota atau luar negeri yang terhitung belum 14 hari sejak surat itu diterima, semua penghuninya harus isolasi mandiri dan harus mengunduh aplikasi lawancovid-19 guna memperbaharui data kondisi vital diri setiap hari.

Komentar