Warga Sidrap, Sadarlah!

Ilustrasi virus corona. (medsos)

Oleh: Arsyad Hakim

Selain Kota Makassar, Maros, dan Gowa, perhatian publik kini tertuju ke Bumi Nenek Mallomo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Di daerah lumbung pangan ini, corona virus disease 2019 (Covid-19) sudah menjangkiti 10 warga. Mereka sudah dinyatakan positif.

Bisa jadi, ini hanyalah fenomena gunung es. Bisa jadi juga, yang positif jauh lebih banyak ketimbang yang terdeteksi. Mudah-mudahan tidak demikian.

Apalagi, di daerah yang berlokasi di kawasan Ajatappareng ini, ada rekam jejak klaster umrah yang positif covid-19. Sayangnya, upaya pemerintah mengarantina klaster jemaah umrah tak berjalan mulus. Ada penolakan. Sebagian malah menghilang. Padahal, di klaster itu sudah ada yang positif.

Malah, di dua lokasi karantina, sebagai mana video yang viral di medsos, para OPD dan PDP klaster umrah Sidrap tak bisa mengendalikan diri. Harusnya tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan. Sebab, jika ada yang positif covid-19 akan membahayakan orang-orang terdekat. Keluarga, petugas medis, dan warga di sekitarnya.

Olehnya, Pemkab Sidrap sudah harus menjalankan kebijakan ketat. Bukan saja imbauan-imbauan. Tetapi, butuh aksi lebih nyata dalam memutus mata rantai penyebaran corona virus. Jangan setengah-setengah dalam menerapkan kebijakan karantina wilayah dan physical distancing.

Begitu juga warga Sidrap. Sadarlah! Ikuti anjuran pemerintah. Setop aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Pusat-pusat keramaian dan bisnis harus dibatasi jam operasinya dengan sistem jaga jarak dalam bertransaksi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...