Zanetti, Cinta Luar Biasa Fans Inter Milan, dan Juara Liga Champions

Javier Zanetti/Inter Milan

FAJAR.CO.ID, MILAN—Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti mengirim surat kepada penggemar klub di seluruh dunia. Surat itu berisi kisah Inter dan perjalanan kariernya bersama Nerazzurri.

Salah satunya menyinggung Liga Champions 2010 ketika mereka menjadi jawara dan meraih treble winner bersama pelatih Jose Mourinho. Menurut legenda Argentina itu, begitu banyak ketegangan yang terjadi. Ia juga merasakan cinta luar biasa fans Inter dalam perjuangan mereka saat itu.

“Kami harus melewati… Kiev. Saya masih bisa mendengar kata-kata José di ruang ganti saat jeda: “Kita terlempar dari Champions League.” Kami mempertaruhkan segalanya. Chivu ditarik keluar, Balotelli masuk. Begitu pun dengan Cambiasso yang ditarik keluar, digantikan Thiago Motta. Dan kemudian Samuel keluar, Muntari masuk,” tutur Zanetti di situs klub.

Menurut Zanetti, di laga itu, mereka menunjukkan komitmen juara Inter. “Kami menyelesaikan permainan itu dengan hanya menyisakan dua pemain di sektor pertahanan tengah: Lucio dan saya. Tapi itu merupakan suatu pertanda: kami adalah tim yang siap mengambil risiko, siap untuk memberikan segalanya sampai akhir. Seketika kami lolos, Mourinho berlari ke lapangan untuk memeluk Julio,” jelasnya.

Tak seperti Mourinho, ketika gol yang mereka tunggu tercipta dan mereka lolos, Zanetti langsung menghambur ke bench. “Saya berlari untuk memeluk rekan setim saya di bangku cadangan setelah gol itu tercipta. Saya selalu berpikir bahwa mereka yang bermain paling sedikit adalah yang paling penting dalam tim, selalu siap membantu Anda pada saat dibutuhkan,” bebernya.

Perjuangan mereka berlanjut ke babak berikutnya. Ia mengaku bersyukur masih bisa beristirahat dengan baik. Sebab, rekannya yang lain sebagian benar-benar tidak bisa memejamkan matanya pada malam hari.

“Semakin dekat ke Mei 2010, semakin kami merasa seperti pembalap Formula 1: kami tidak boleh salah melepaskan tendangan sudut, meskipun hanya satu. Kami selalu bermain, sesi latihan adalah kesempatan untuk menjaga fokus kami tetap di level yang tinggi. Saya selalu bisa tidur di malam sebelum pertandingan, pemain yang lain, seperti Cambiasso, dia lebih sulit tertidur,” ungkap Zanetti.

Di final, ketika mereka akhirnya mengalahkan Bayern Munchen, Zanetti mengaku begitu bahagia. “Saya memiliki begitu banyak kenangan mengenai pertandingan itu di Madrid yang membuat saya tersenyum, sedikit seperti ketika saya mengangkat trofi itu sendiri,” katanya.

Selain itu, ia sangat tersentuh dengan fans mereka. “Ketika kami melakukan pemanasan dan saya melihat para penggemar Inter, saya hampir tidak percaya: tidak ada kursi kosong. Saya berkata pada diri sendiri: mereka ada di sini untuk kami, kami tidak bisa mengecewakan mereka,” ujarnya.

“Mereka menunjukkan kepada saya foto-foto dari kota Milan saat wawancara pascapertandingan. Piazza del Duomo penuh, orang-orang memenuhi jalanan dan berbahagia. Saya merasa tersentuh, karena saya menyadari bahwa kebahagiaan saya, kebahagiaan semua rekan setim saya, adalah yang kedua setelah kebahagiaan para penggemar Nerazzurri,” sambung Zanetti.

Zanetti mengaku bahwa cinta penggemar mereka begitu luar biasa. “Pernahkah Anda melihat stadion yang dibuka dan dipenuhi orang saat fajar? Saya pikir San Siro adalah contoh paling luar biasa dalam sejarah. Kami mendarat di Milan dan pergi untuk membawa trofi langsung ke Meazza. Para penggemar menunggu kami sampai jam enam pagi,” kenangnya.

Sebagai pemain dan legenda klub, Zanetti mengaku merinding ketika ia mengenangnya. “Perasaan itu masih membuat saya merinding, mereka tidak akan pernah pergi. Itu adalah kebahagiaan murni: tidak ada yang dapat digenggam, hanya pelukan yang tulus. Hanya bisa mengatakan: ya, akhirnya ini milik kita. Pulang ke rumah merupakan sebuah petualangan tersendiri, dengan kerumunan yang mengawal mobil kami,” katanya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...