APD Tidak Boleh Asal Jadi, Ini Syarat Standar dari WHO

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengundang Kementerian Kesehatan Indonesia untuk membicarakan Standar APD yang harus digunakan Paramedis dalam bekerja.

Pertemuan tersebut melalui aplikasi Zoom yang digelar pada Rabu (8/4/2020) hari ini. Koordinasi itu pun melahirkan beberapa poin.

Pertama, Syarat minimum bahan baku APD Medis harus sesuai dengan rekomendasi WHO.

Kedua, tidak disarankan untuk memproduksi APD tanpa prosedur yang semestinya. Misalnya, tanpa proses coating untuk bahan Hazmat Suit. Proses pascaproduksi APD juga wajib melalui proses sterilisasi. Tanpa proses ini, hasil produksi APD bisa berbahaya.

Ketiga, APD yang diproduksi wajib memenuhi requirements standards internasional. Misalnya ISO, salah satu diantaranya: Quality Management System ISO 9001:2015.

Keempat, target 1 juta APD per hari untuk kebutuhan penanganan wabah Covid-19 di seluruh Indonesia.

Sulkia Reski, Sekretaris Yayasan Gemma 9 mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberitahukan bahwa APD yang disumbangkan atau diproduksi harus betul-betul steril sebelum sampai ke Paramedis.

“Kalau menurut WHO yah harus disterilisasi APD sebelum digunakan tenaga medis. Jadi sumbangan selama ini tidak disterilisasi, makanya WHO pagi tadi langsung meminta semua pengusaha untuk rapat online,” ungkapnya kepada fajar.co.id, Rabu (8/4/2020).

Menurut Sulkia, APD yang dari konveksi, setidaknya dimasukkan ke mesin sterilisasi seperti autoclave. Sayangnya, mungkin banyak lembaga atau perorangan yang berniat menyumbang tetapi lupa satu aspek penting, APD steril. Padahal yang mau dilawan itu virus.

“Fokusnya ke sterilisasi APD. Kami dari Gemma 9 setuju dengan syarat syarat yang disampaikan WHO dan Kemenkes,” ujarnya. (ikbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...