Dana BOS Harusnya Dialihkan untuk Fasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dianggap masih menemui banyak kendala misalnya belum adanya kesiapan SDM, baik guru, orangtua, dan siswa. Juga belum tersedianya dukungan infrastruktur jaringan listrik, internet stabil dan murah, serta terbatasnya alat media belajar seperti laptop, smartphone, dan lain-lain.

Hal ini mengemuka saat Komisi X DPR menerima pandangan daru sejumlah praktisi pendidikan dan komunitas dalam sebuah rapat virtual, Selasa (7/4/2020).

Ketua Komisi X DPR Agustina Welujeng Pramestuti menyatakan salah satu kendala paling krusial bahwa tidak semua wilayah di Indonesia memiliki infrastruktur listrik yang memadai. Masih desa atau dusun yang tidak maksimal jaringan listriknya. Belum lagi ketika menyinggung jaringan internet.

"PJJ yang dirancang pemerintah ternyata terkendala jaringan listrik. Tidak semua desa sudah mendapatkan akses listrik, sehingga para siswa yang diliburkan tidak bisa mengikuti program PJJ tersebut," jelas Agustina.

Untuk melaksanakan, PJJ ini tentu dibutuhkan modul atau petunjuk pelaksana yang diberikan kepada para guru SMP dan SMA/SMK lewat pelatihan. Sementara bagi guru, orangtua, dan siswa TK dan SD dibutuhkan panduan belajar interaktif. Kemendikbud harus memberikan akses internet gratis web sumber-sumber belajar daring.

“Memberikan keleluasaan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOSDA, dan BOP PAUD selama darurat pandemi Covid-19 yang akan digunakan memfasilitasi PJJ,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...