Di Masa Pandemi Covid-19, Sulsel Jaga Stok Pangan

Gubernur Sulsel Panen Jagung Varietas NA1 dan NA2 di Soppeng. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. HM Nurdin Abdullah, menyatakan, dalam penanganan Covid-19, tidak semua daerah memiliki kesamaan. Gubernur juga memilih fokus mengatasi episentrum penyebaran Covid-19 di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros. Meskipun, ada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebelum PSBB itu dibuat, sebagian Sulsel sudah melakukan beberapa langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Yang harus menjadi penekanan kita adalah daerah-daerah yang memang masih nol, ini kita betul-betul dijaga secara ketat dan itu sudah dilakukan oleh kepala-kepala daerah. Sehingga kalau memang belum ada yang positif, ODP pun masih nol, PDP pun masih sangat minim. Ini aktivitas bisa kita lakukan tidak ada masalah,” kata Nurdin Abdullah pada telekonferensi, Selasa 7 April 2020.

Termasuk kegiatan masyarakat di bidang pertanian, seperti menggarap sawah saat ini yang sudah memasuki masa tanam. “Ya ini, termasuk misalnya menggarap sawah karena ini sekarang sedang musim tanam,” sebutnya.

Kondisi di Sulawesi Selatan ini sangat berbeda dengan Jakarta. Menurut Nurdin, Jakarta sebagai kota jasa, kalau Sulawesi Selatan ini adalah sebagai penyangga pangan nasional.

“Bukan hanya Covid, tetapi ini masalah pangan, jangan dianggap enteng. Sulawesi Selatan ini mensuplai 27 provinsi di Indonesia, itu baru beras. Jadi banyak yang bertumpu kepada Sulawesi Selatan,” imbuhnya.(rls/fajar)

Komentar

Loading...