Komunitas D’Papi, Bersepeda Sekaligus Berburu Kopi

Rabu, 8 April 2020 15:40

Setiap minggu atau hari libur, mereka wajib berkumpul. Target bersepeda mereka, harus menempuh jarak 30 hingga 40 km. Rutenya dari Jl AP Pettarani menuju Jl Andi Tonro ke Jl Baji Gau lalu tembus ke Jl Metro Tanjung Bunga.

Setelah itu menuju Jl Penghibur dan finish mencari warung kopi. Tak sekadar ngopi, tetapi juga sharing mengenai jenis kopi. Berbicara kopi, mereka saling berbagi info kopi yang sehat, nikmat, dan cita rasa khas ketika diracik.

Tak hanya itu, mereka juga hunting kopi-kopi dan warkop yang kopinya enak di Makassar dan bisa dijadikan referensi menikmati kopi.

Namun, semenjak imbauan social dan physical distancing, mereka sudah jarang berkumpul dan menjelajah beberapa rute untuk bersepeda maupun ngopi bersama.

“Selama sosial distancing, karena kita orang medis, jadi grup disetop dahulu untuk kumpul-kumpulnya. Tapi tetap pribadi-pribadi bersepeda di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Bagi Dokter Ardi, semenjak ia bergabung di komunitas sepeda tersebut, ada aura komplet. Mau olahraga untuk kesehatan dapat, untuk fashion juga dapat.

Benar-benar menarik perhatian ketika parkir. Belum lagi silaturahmi tidak putus sesama dentist. Selain itu banyak rute jalan kecil yang kini diketahui di Makassar.

Anggota komunitas Dentist, Passapeda na Pakkopi lainnya, ada drg Mustakim Mustafa. Ia mengaku setelah bergabung di komunitas ini bisa memperbanyak teman serta kenalan dari komunitas sepeda lain untuk sharing terkait sepeda.

Komentar