Kurs Tembus Rp16.245 Per Dolar AS, BI Didesak Tempuh Langkah Strategis

Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS. (Dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) diminta menempuh langkah strategis dalam rangka mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dan stabilitas nilai tukar mata uang rupiah.

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, salah satu langkah yang bisa diambil adalah menarik minat eksportir yang memiliki Dana Hasil Ekspor untuk mengkonversi dana tersebut ke dalam rupiah.

“Saya yakin, banyak langkah yang dilakukan BI untuk menjaga agar kurs rupiah tetap kuat. Namun, saya juga ingin mendorong agar BI terus untuk melakukan langkah-langkah menarik minat eksportir yang memiliki Dana Hasil Ekspor untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujar Puteri saat Rapat Kerja virtual Komisi XI DPR RI dengan Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (8/4/2020).

Politisi Partai Golkar itu juga mendorong BI untuk terus mengimbau rekan-rekan pengusaha dan korporasi di Indonesia yang membutuhkan dolar Amerika Serikat (AS) segera melakukan lindung nilai (hedging) melalui transaksi DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward).

“Dan tidak melakukan seluruh transaksi di spot market agar menghindari risiko nilai tukar rupiah yang terdepresiasi atas dolar,” lanjut Puteri.

“Semua ini perlu kita lakukan agar nilai kurs rupiah kita tetap terjaga dan Insya Allah bisa semakin menguat minimal ke angka Rp 15.000 seperti yang sudah BI upayakan,” pungkas Ketua Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI) tersebut.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate USD-IDR berada di level Rp16.245 per dolar AS. Angka ini menguat dibanding hari sebelumnya rupiah berada di level Rp16.410 per dolar Amerika Serikat. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...