Listrik Subsidi Digratiskan, Tagihan Pengguna Nonsubsidi Justru Melonjak

Rabu, 8 April 2020 11:12

Pihak PLN saat mengecek meter listrik warga Sulawesi Selatan. ANTARA Foto/HO-Humas PLN Sulselrabar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program pemerintah yang menggratiskan listrik bagi pengguna 450 VA dan memberi potongan lima puluh persen bagi penggun 900 VA mendapat apresiasi masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, pengguna listrik nonsubsidi justru merasa dirugikan pasca penerapan kebijakan PLN tersebut.

Lantaran sejak kebijakan ini diberlakukan per April ini sebagai dampak ekonomi pandemi Covid-19, tagihan pengguna listrik non subsidi tiba-tiba melonjak. Anggota Komisi VII DPR RI Periode 2014-2019, Mukhtar Tompo, mengaku mendapat berbagai keluhan dari masyarakat.

“Tagihan listrik tiba-tiba naik, ada yang 50 persen ada pula melonjak 100 persen dari bulan-bulan sebelumnya. Pembelian token listrik untuk pra bayar juga banyak keluhan. Pembelian Voucher token Rp100 ribu yang biasanya dapat 73 KWh, kini hanya dapat 60 KWh, pembelian token Rp50 ribu cuma dapat 27 KWh,” kata Mukhtar Tompo, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, kondisi ini tidak seperti biasanya. Keluhan-keluhan semacam ini datang dari berbagai kelompok masyarakat. Dia mengingatkan pemerintah, dalam hal ini PLN jangan hanya terfokus pada program listrik gratis ke kelompok masyarakat miskin yang faktanya juga datanya amburadul di masyarakat. Sebab masih banyak masyarakat yang tidak mampu dan masuk kategori fakir miskin atau rentan miskin, tetapi justru tidak terdata sebagai penerima subsidi/gratis listrik dari pemerintah.

Komentar


VIDEO TERKINI