Pemain Madrid, Kroos Sindir Barcelona Terkait Pemotongan Gaji Messi Cs

Foto: Diego G. Souto (MARCA)

FAJAR.CO.ID, MADRID—Gelandang Real Madrid, Toni Kroos menyindir pemotongan gaji yang dilakukan klub seperti Barcelona selama krisis coronavirus ini. Ia menjelaskan tidak mendukung apa yang terjadi.

Klub seperti Barcelona dan Atletico Madrid juga dilaporkan telah meminta bantuan pemerintah untuk membayar gaji. Real Madrid sejauh ini belum melakukannya, walaupun ini bisa berubah di masa depan.

“Pengurangan gaji seperti sumbangan sia-sia. Saya mendukung pembayaran gaji penuh dan semua orang melakukan hal-hal yang masuk akal dengan itu. Semua orang diminta untuk membantu di mana mereka dibutuhkan, dan ada banyak tempat di mana ini diperlukan,” kata Kroos di podcast SWR Sport dikutip dari MARCA.

Kroos menunjuk fakta bahwa banyak orang – klub, pemain, dan perusahaan TV – tidak yakin kapan kompetisi akan dimainkan kembali. Dan menurutnya, situasi akan sangat berbeda jika sepak bola tidak lagi dimainkan sampai akhir tahun 2020.

“Banyak klub tidak memiliki penghasilan yang direncanakan (selama krisis ini). Jika, misalnya, sepakbola dimainkan lagi pada bulan Mei, solusi pasti akan ditemukan. Jika harus berhenti sampai musim dingin, saya dapat membayangkan bahwa beberapa klub (akan berjuang secara signifikan). Itu akan mengubah sepakbola seperti yang kita tahu,” ujarnya.

Pemain Jerman itu menyadari klub bisa terus terdampak setelah krisis coronavirus berlalu. “Saya pikir serangkaian masalah akan muncul. Beberapa lebih, beberapa kurang,” kata Kroos.

Beberapa klub LaLiga Santander telah memutuskan untuk memberlakukan pemotongan gaji untuk para pemain mereka sebagai bagian dari skema ERTE pemerintah Spanyol. Dan komentar Toni Kroos ini telah memicu perdebatan kontroversial mengenai keputusan ini.

Setiap klub harus menopang semua karyawan mereka, termasuk tukang kebun, petugas keamanan, dan mereka yang berada di dalam toko klub. Agar mereka bisa mendapatkan gaji penuh, pesepakbola mereka harus menerima pengurangan sementara.

Sementara itu, pelatih tim basket Barcelona Svetislav Pesic telah menekankan bahwa para pemainnya secara sukarela meminta klub untuk menurunkan gaji mereka lebih dari 70 persen hingga akhir periode karantina. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...