Pesta Seks, Karier Walker di Timnas Inggris Tamat

Rabu, 8 April 2020 22:01

Kyle Walker/James Baylis - AMA/Getty Images

FAJAR.CO.ID, LONDON—Pelanggaran aturan jarak sosial yang dilakukan pemain Manchester City, Kyle Walker berbuntut pada kariernya di tim nasional Inggris. Sang bek tidak akan lagi dipanggil memperkuat The Three Lions.

Buntut pesta seks yang ia lakukan di tempat tinggalnya pekan lalu, Manajer Inggris, Gareth Southgate sangat marah. Dan The Star melaporkan pada hari Selasa kemarin bahwa Southgate sudah mengakhiri karier internasional Walker.

Pemain berusia 29 tahun itu sebenarnya sudah meminta maaf secara terbuka dan didenda 250.000 poundsterling. Namun, sebagai pemain timnas yang seharusnya menjadi panutan, Southgate tidak mentolerir ulahnya.

Menurut The Star, Southgate tidak akan pernah lagi memanggil eks pemain Tottenham Hotspur tersebur selama dirinya menjabat pelatih. Itu berarti, Walker hampir dipastikan akan absen di Piala Eropa tahun depan.

Posisi Walker yang memiliki 48 caps untuk Inggris akan diberikan kepada Trent Alexander-Arnold, Aaron Wan-Bissaka, dan Kieran Trippier. Performa ketiga bek kanan itu musim ini memang sangat menjanjikan. 

Walker sebelumnya sudah mengakui kesalahannya. Menurutnya, apa yang sudah ia lakukan minggu lalu sangat tidak pantas. “Saya mengerti bahwa posisi saya sebagai pesepakbola profesional membawa tanggung jawab menjadi panutan,” katanya dikutip dari 101 Great Goals.

Selain Walker, kapten Aston Villa, Jack Grealish juga terancam di timnas Inggris. Seperti halnya Walker, ia juga melanggar aturan karantina. Ia ketahuan berpesta minuman keras bersama dua temannya.

Aksi Grealish yang digadang-gadang masuk dalam skuat The Three Lions untuk Piala Eropa mendatang terungkap ke publik setelah ia mengalami kecelakaan usai pesta di rumah temannya. Saat itu, mobilnya menabrak kendaraan lain yang sedang terparkir.

Inggris saat ini memberlakukan aturan ketat terkait karantina rumah. Itu setelah negara tersebut mulai kesulitan menangani wabah virus corona. Hingga kemarin, sudah lima puluh ribu lebih orang yang dinyatakan positif dengan hampir 6000 orang meninggal dunia.

Akibat penyebaran virus yang belum bisa dikendalikan, Premier League memperpanjang penundaan. Jika awalnya direncanakan April, saat ini penundaan diperpanjang hingga Mei. Itu pun masih harus melihat perkembangan situasi sebab sejumlah pakar memprediksi Inggris belum sampai pada puncak pandemi COVID-19. (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI