Pilkada 2020 Ditunda, Dukungan Parpol Berpotensi Berubah

ILUSTRASI Pilkada

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 telah resmi ditunda oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) imbas persebaran Covid-19 yang semakin masif. Salah satunya Pemilihan Wali Kota Makassar.

Penundaan itu sebelumnya diputuskan melalui Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Senin 30 Maret 2020 lalu.

Pilkada yang seharusnya diselenggarakan serentak pada September 2020 terpaksa ditunda. Hingga kini belum ada keputusan resmi sampai kapan pesta demokrasi tersebut ditunda.

Peta politik dan elektabilitas para bakal calon yang maju dalam pilkada diprediksi bakal berubah selama masa penundaan.

Selain itu, pengamat politik menilai salah satu yang akan berpengaruh terdapat pada surat dukungan yang sebelumnya diberikan kepada para bakal calon (balon) diyakini sangat potensial untuk beralih.

Pakar politik Universitas Hasanuddin, Nurmala Idrus mengatakan, politik itu wilayah abu-abu. Artinya, tak ada komitmen abadi dalam politik, yang abadi hanyalah kepentingan.

“Adagium itu membuat surat dukungan yang diberikan parpol selama ini sangat besar kemungkinannya untuk berubah. Apalagi jika kemudian ada perubahan situasi politik nasional,” ujar Nurmal, Rabu (8/4/2020).

Lebih jauh, mantan ketua KPU kota Makassar ini menanggapi soal pilihan waktu menunda ke 2024. Menurutnya sangat beresiko dan tak strategis.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar