PSBB Belum Mendesak untuk Sulsel

Rabu, 8 April 2020 14:26

Gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pemprov Sulsel belum merencanakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB). Belum ada opsi ke sana meski Sulsel bersama Pulau Jawa kini masuk zona merah.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan penerapan PSBB mesti dikaji betul. Memang DKI Jakarta sudah memberlakukan, namun karakteristik wilayahnya berbeda dengan Sulsel. DKI Jakarta bertumpu pada jasa.

“Jadi mudah mereka (Pemprov DKI) terapkan PSBB. Kalau di Sulsel belum ada opsi ke sana. Kita hati-hati,” ungkapnya saat konferensi daring, Selasa, 7 April.

Pemprov sebenarnya sejak awal sudah menerapkan beberapa model PSBB. Seperti meliburkan sekolah, bekerja dari rumah, physical distancing, dan social distancing. Jadi lebih fokus ke daerah penyebaran utama.

“Sudah ada sebagian diterapkan. Tidak semua wilayah sama di Sulsel. Episentrum penyebaran kan Makassar, kemudian Gowa dan Maros. Jadi fokus penanganannya di tiga daerah ini,” bebernya.

Selain itu, posisi Sulsel sebagai penyangga pangan nasional mesti dijaga. Sekarang sudah masuk musim tanam, sehingga tentu riskan bila petani dirumahkan. Jangan sampai PSBB justru jadi bencana.

“Bukan korona yang membunuh, malah justru mati kelaparan. Jadi memang daerah mesti inovasi (dalam mengambil kebijakan),” bebernya.

Makassar sebagai episentrum utama akan lebih tegas diawasi. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 saat ini sedang melakukan pemetaan. Termasuk melakukan tracking sebagai dasar melakukan isolasi terbatas.

Komentar


VIDEO TERKINI