Selamat… 2.036 Napi di Sulsel dapat Asimilasi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Sulsel), Priyadi. (ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Suasana hati narapidana di Sulsel seketika riang gembira. Mereka siap kembali berbaur dengan masyakat luar.

Bukan lagi masyarakat yang berada di dalam Rutan. Tempatnya mendekam selama bertahun-tahun. Sebanyak 2.036 napi se-Sulsel mendapat asimilasi, untuk mencegah penyebaran virus corona dalam Rutan.

“Ada 2.036 dapat asimilasi. Terdiri dari asimilasi 1.736, dan integrasi sebanyak 300 napi. Itu untuk kasus pidana umum,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Sulsel), Priyadi, Rabu (8/4/2020).

Untuk kasus tindak pidana korupsi tidak mendapat asimilasi tersebut, dari pemerintah pusat. Kata Priyadi, hal itu juga diberikan bagi napi yang tidak termasuk dalam PP tahun 1999.

Pemberian asimilasi itu juga untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dalam lingkungan Lapas, di Sulawesi Selatan.

Sebelumnya juga, Kepala Lapas Kelas 1A Makassar, Rubianto mengatakan, ratusan narapidana akan dibebaskan dan akan berbaur dengan masyarakat luar.

“Ada 175 yang sudah dan lanjut kita sipil. Itu juga jumlahnya mungkin bisa bertambah,” katanya kepada Fajar.co.id.

Napi yang berperilaku baik, tentu akan mendapat pertimbangan dan mendapat asimilasi oleh pihak Lapas. (ishak/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...