Supaya Aman, Diam di Rumah

Rabu, 8 April 2020 20:11
Belum ada gambar

Mulyadi Hamid

Oleh: Muliyadi Hamid

Covid-19 sedang mewabah. Tercatat sudah lebih dari 160 negara yang terjangkit. Tak terkecuali negeri kita. Bahkan kota kita, Makassar. WHO telah menyebutnya sebagai pandemic.

Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, kini sudah berdampak multi dimensi. Dunia pendidikan lumpuh. Untunglah sekarang proses belajar mengajar sudah bisa secara digital. Ujian ditiadakan. Ujian masuk perguruan tinggipun terpaksa diundur hingga bulan Juni.

Di beberapa tempat, bahkan rumah ibadah sudah ditutup. Salat berjemaah bagi umat muslim sudah dibatasi. Sebagian bahkan sudah dianjurkan salat di rumah. Termasuk salat Jumat.

Dunia politik juga terdampak. Tahapan pemilu kepala daerah mundur. Agenda partai politikp un semua berubah. Semua fokus pada upaya mengatasi menyebarnya wabah tersebut. Ketersediaan kebutuhan sehari-hari juga mulai langka. Alat-alat kesehatan dan pelindung diri sudah sangat langka. Vitamin dan obat-obatan habis di pasar. Termasuk kebutuhan pokok juga sudah mulai langka. Entah ini bisa bertahan berapa lama.

Perekonomian mulai terancam. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS anjlok. Bahkan sudah tembus pada level di atas 16.150/US $. Harga-harga bahan pokok, termasuk kebutuhan pencegahan wabah juga melambung naik. Aktivitas produksi terbatas. Termasuk distribusi. Kegiatan transportasi dibatasi. Investasi bakal mandek. Bisa dipastikan kondisi perekonomian akan anjlok.

Pemerintah merevisi kebijakan. Termasuk kebijakan relaksasi pajak dan tingkat suku bunga. Kebijakan ini tentu bukan untuk mendongkrak pertumbuhan, tapi sekadar stabilisasi.

Bagikan berita ini:
7
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar