Abdi Asmara: Reses Diganti jadi Bagi-bagi Sembako

Abdi Asmara. (IST)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu imbas dari masifnya persebaran Covid-19 telah memunculkan dampak luar biasa. Salah satunya mulai bermunculannya warga miskin baru.

Hal tersebut juga terjadi di Kota Makassar. Dengan angka pasien positif corona terbanyak di Sulsel, perekonomian di Makassar mulai goyah, terutama bagi warga dengan taraf ekonomi kecil menengah.

Melihat kondisi ini, DPRD Kota Makassar berinisiatif ikut ambil bagian mengulurkan sumber daya yang ada untuk membantu warga yang sedang kesulitan.

Anggaran reses legislator Makassar yang jumlahnya miliaran itu diusulkan untuk disumbangkan kepada warga Makassar yang membutuhkan berupa paket sembako.

Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara mengaku setuju dengan usulan tersebut. Ia berniat menyumbangkan anggaran resesnya untuk dibelanjakan paket sembako kemudian disalurkan kepada warga miskin.

‘’Nantinya kegiatan reses ditiadakan diganti dalam bentuk membagi-bagikan sembako. Anggarannya dari dana reses itu. Apalagi dana tersebut sangat dibutuhkan masyarakat khususnya yang bekerja disektor informal karena tidak mendapatkan penghasilan akibat virus covid 19,” jelas Abdi Asmara dalam rilisnya, Kamis (9/4/2020).

Sekretaris DPC Partai Demokrat Makassar ini meminta Pemerintah Kota Makassar dapat segera berkoordinasi ke DPRD Makassar untuk menentukan langkah-langkah yang dibutuhkan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Termasuk menyiapkan data warga miskin dan warga rentan miskin yang terdampak langsung dari persebaran virus corona ini.

‘’Itu anggaran anggota DPRD Makassar. Tapi karena perjalanan dinas termasuk reses tidak dilakukan maka bisa dialihkan untuk bantuan sosial,” tegasnya.

Menurut Abdi, masyarakat khususnya di Kota Makassar saat ini sangat menunggu uluran tangan para pemangku kebijakan.

Masyarakat sangat terjepit ekonominya, apalagi jika dilihat banyaknya pekerja yang dirumahkan, pekerja informal kehilangan pekerjaannya, serta usaha kecil menengah terpaksa gulung tikar karena sepinya pembeli.

“Karena tidak mungkin dana itu jadi silang pendapat, sedangkan pemerintah butuh dana besar untuk membantu warganya akibat virus corona ini,” ucapnya tegas. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...