Anak Muda Lebih Berisiko Terjangkit Virus Corona

Kamis, 9 April 2020 06:00

Upaya mencegah terjangkiti virus corona (COVID-19), warga menggunakan masker, di kawasan MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (3/3). Foto: Ricardo/JPNN.com

Pada beberapa pengidap, lanjut Skinner, suatu mutasi yang memengaruhi reseptor sel yang dikenal sebagai TLR3 dalam sistem saraf pusat mereka membuat pengidap tidak mampu menghadapi dampak terburuk virus itu.

Hal itu tentunya membuat mereka tertulari penyakit yang disebut ensefalitis herpes simplex, yang dapat menyebabkan kejang pada anak-anak.

“Bisa jadi kita melihat kerentanan serupa pada beberapa individu yang mendapatkan Covid-19, dan itu membuat mereka lebih menderita akibat efek samping yang serius,” tambah Skinner.

Namun, di lain hal menujukkan bahwa jumlah virus (viral load) yang dimiliki seseorang berdampak pada seberapa kronis Covid-19 bagi penderitanya.

Semakin banyak virus yang dimiliki, semakin buruk dampak yang dihasilkan.

“Kami belum tahu apa dampak viral load pada gejala seseorang yang terinfeksi Covid-19. Untuk Covid-19, laporan awal dari China memberi kesan bahwa viral load lebih tinggi dimiliki oleh pasien dengan penyakit yang lebih parah, juga merupakan kasus untuk Sars dan influenza,” kata Edward Parker peneliti dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine.

Bagikan berita ini:
2
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar