Awan Gelap Corona Menggelayut di Makassar

Kamis, 9 April 2020 17:36

ILUSTRASI. (INT)

Oleh: Arsyad Hakim

Banyak jalan menuju Roma. Pameo klasik itu berjalan saat ini. Sejak pandemi corona melanda hampir seantero dunia, termasuk di Kota Makassar, Sulsel.

Pelayanan publik tetap jalan. Antisipasi menyebarnya corona virus disease 2019 (covid-19) juga tetap maksimal. Rasanya tak elok kalau kita hanya menyalahkan apalagi menyerang pemerintah. Tetapi, secara individu kita tidak patuh atas instruksi pemerintah dan WHO.

Sosial Distancing, physical Distancing, memakai masker, dan rajin cuci tangan, serta memeriksakan diri ke dokter apabila kondisi tubuh tidak fit. Terlebih jika ciri-cirinya secara umum sama dengan ciri orang yang terserang virus corona.

Terkait pelayanan ini, saya salut dengan instansi dan perusahaan swasta yang menerapkan aturan ketat. Pelayanan tetap jalan, namun kewaspadaan juga tinggi. Di salah satu bank BUMN di kawasan BTP misalnya, pengetatan itu tampak sekali. Sekuriti begitu siaga di pintu kantor.

Nasabah yang mau masuk ke bank diarahkan cuci tangan dan pakai masker. Jika tidak, mereka tak diizinkan masuk. Begitu juga di ruang tunggu, jarak duduk nasabah sudah diatur sedemikian rupa. Ada jarak minimal satu meter per orang. Semua pegawai juga memakai masker.

Hal sama terjadi juga di Graha Pena Makassar. Di kantor media itu, pintu utama gedung ditutup, semua karyawan dan tamu lewat satu pintu di basement. Tentu setelah cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan masker, dan bilik disinfektan.

Komentar


VIDEO TERKINI