Ibu Risma Gratiskan Tagihan 733.600 Pelanggan PDAM Surabaya

Kamis, 9 April 2020 12:46

Walikota Surabaya Rismaharini.

Mujiaman menegaskan bahwa penggratisan itu perlu dibahas lebih detail. Terutama siapa yang berhak mendapatkan keringanan tersebut. Yang jelas, tidak ada yang digratiskan 100 persen. Sebab, hal itu bisa berdampak besar pada distribusi dan ketersediaan air.

Jika pelanggan digratiskan 100 persen, penggunaan air tidak akan terkontrol. Sebab, sistem distribusi air PDAM berbeda dengan listrik. PLN menggratiskan tagihan listrik 450 VA karena mereka tahu penggunaan listrik warga dengan listrik kecil itu tidak akan besar. Sementara itu, PDAM tidak bisa mengontrol penggunaan air pelanggannya. Jika digratiskan, warga bisa menggunakan air melebihi tingkat kewajaran.

Ada pembagian kelas pelanggan di PDAM. Nanti PDAM membatasi volume air yang bisa digratiskan. Bisa 10 meter kubik pertama atau lebih dari itu. ”Angka pastinya belum. Tapi yang jelas, penggratisan ini tetap harus dibatasi,” ujar alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Setelah kebijakan diambil, PDAM bakal memberitahukan siapa saja yang berhak mendapatkan keringanan tersebut. Yang jelas, pihaknya akan menjalankan semua instruksi dari pemkot.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyampaikan kepada wali kota agar penggratisan juga berlaku di sektor lain. Menurut dia, ada banyak tagihan bulanan yang menjadi kewenangan pemkot. ’’Misalnya, retribusi surat ijo atau pajak-pajak lainnya,” ujar politikus PKS itu.

Dia juga meminta agar penerima keringanan itu tidak dibatasi untuk MBR. Sebab, banyak warga yang belum masuk data MBR, tetapi sama-sama dalam kekurangan akibat pandemi korona.

Bagikan:

Komentar