Kepala Desa Hadiri Acara Pengantin, Pasien PDP Naik Bentor ke Rumah Sakit

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara terstruktur hinggap lapisan pemerintah desa belum terwujud di Kabupaten Wajo.

Seperti halnya di Desa Alelebbae, Kecamatan Pitumpanua. Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, Wero (57) terpaksa menggunakan becak motor (Bentor) ke RSUD Siwa untuk melakukan rapid tes, Rabu (8/4/2020) kemarin.

“Saya telpon ji Kades Alelebbae, Pak Syamsuddin untuk bantu mengantar kakak saya ke RS. Tapi tidak bisa, karena sementara di acara pengantin ki,” tutur Saudara Wero, Passi.

Padahal, kata Passi, Pemerintah Desa semestinya ikut bertanggungjawab dan berperan meluangkan waktunya dalam pencegahan virus tersebut. Terlebih anggaran penanganan Covid-19 sudah ada disetiap desa.

Berdasarkan hasil rapid tes yang dilakukan, Wero ditetapkan sebagai PDP dan dilakukan perawatan di RSUD Siwa. “Bukan apanya. Kalau naik bentor begitu. Bisa membahayakan pengemudinya, Konding,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dihimpun Fajar.co.id. Wero, diduga mulai terjangkit virus, saat mengunjungi keponakannya yang dikabarkan meninggal di RS. Grestalina, pada 23 Maret lalu. Karena terinfeksi virus dari Kota Wuhan itu.

“Keponakan saya pernah melakukan perjalanan ibadah umroh. Tiba di Makassar 8 Maret lalu,” akunya.

Kemudian, Wero melakukan perjalanan pulang kampung ke Alelebbae dari Kota Makassar, pada 3 April. Hingga terpaksa menjalani perawatan intensif di RSUD Siwa.

Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Wajo, Amran, meminta kepada pemerintah desa se-kabupaten Wajo, agar serius dalam penanganan Covid-19.

“Segala kegiatan lainnya dikesampingkan dulu. Pentingkan penanganan virus ini, karena semuanya demi keselamatan kita semua,” tegasnya. (man/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...