Kiai se Jawa Timur Bersatu Berdoa Wabah Covid-19 Cepat Selesai

  • Bagikan

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan, pemerintah menargetkan 400 ribu pekerja yang merupakan peserta BPJAMSOSTEK mendapatkan jaminan jika mengalami PHK.

”Kami sudah mengoordinasikan bahwa pekerja yang ikut program BPJAMSOSTEK dan terkena PHK akan dibantu. Targetnya paling tidak di tahun ini 400.000 pekerja,” ujarnya melalui video conference kemarin.

Askolani menjelaskan, manfaat yang diberikan kepada korban PHK itu mirip dengan skema yang diberikan kepada pekerja sektor informal melalui program kartu prakerja. Untuk program kartu prakerja, pemerintah menargetkan bakal dimanfaatkan 5,6 juta orang. Alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 20 triliun.

”Jadi, dengan prakerja 5,6 juta dan skema BPJAMSOSTEK 400.000, setidaknya bisa cover 6 juta pekerja yang bisa di-support di 2020. Dari BPJAMSOSTEK pun sudah siap dilaksanakan dalam waktu dekat,” terang Askolani.

Peserta kartu prakerja masing-masing akan mendapat dana pelatihan Rp 1 juta per periode pelatihan, dana bantuan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan dana hasil pengisian survei Rp 50 ribu per bulan selama tiga bulan. Totalnya, tiap peserta mendapat Rp 3,55 juta.

Askolani menekankan, peserta kartu prakerja tetap harus menjalankan pelatihan secara online. Dengan begitu, manfaat program kartu prakerja tidak berubah dari tujuan awal, yaitu peningkatan kualitas pekerja. Meski ada sedikit modifikasi untuk menangani dampak tekanan ekonomi akibat pandemi.

”Minggu ini akan di-launching pemerintah. Penerima manfaat (kartu prakerja) adalah pencari kerja dan pekerja informal/formal serta pelaku usaha mikro dan kecil terdampak Covid-19 dengan usia minimal 18 tahun. Detailnya, Kamis akan di-launching resmi oleh PMO dan Kemenko Perekonomian,” jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan