Kiai se Jawa Timur Bersatu Berdoa Wabah Covid-19 Cepat Selesai

  • Bagikan

Terpisah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengimbau pengusaha agar menjadikan PHK sebagai langkah terakhir. Menurut dia, ada banyak langkah alternatif yang bisa dilakukan pengusaha. Antara lain mengurangi upah dan fasilitas pekerja tingkat atas, mengurangi sif kerja, membatasi/menghapus kerja lembur, mengurangi jam kerja, mengurangi hari kerja, dan meliburkan atau merumahkan pekerja/buruh secara bergilir untuk sementara waktu. Tentu langkah-langkah alternatif tersebut harus dibahas dahulu dengan serikat pekerja/buruh.

”Situasi dan kondisinya memang berat. Tapi, inilah saatnya pemerintah, pengusaha, dan pekerja bekerja sama mencari solusi dalam mengatasi dampak Covid-19,” tuturnya.

Sebagai informasi, berdasar data Kemenaker per 7 April 2020, pandemi Covid-19 mengakibatkan 1.010.579 orang pekerja/buruh sektor formal dari 39.977 perusahaan dirumahkan dan di-PHK. Perinciannya, 873.090 pekerja/buruh dari 17.224 perusahaan dirumahkan dan 137.489 pekerja/buruh dari 22.753 perusahaan di-PHK.

Sementara itu, jumlah tenaga kerja dan perusahaan terdampak di sektor informal sebanyak 189.452 orang dan 34.453 perusahaan. Sehingga, secara keseluruhan, pekerja/buruh/tenaga kerja yang dirumahkan dan di-PHK sebanyak 1.200.031 orang. (jpg)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan